Menhaj Dorong PTNU dan Diaspora NU Perkuat Industri Halal Indonesia

  • 31 Agt 2026 05:07 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID.Baubau - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mendorong perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dan diaspora Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di berbagai negara menjadi penggerak ekosistem industri halal Indonesia.

Dilansir haji gio.id.Menurut Menhaj, jejaring akademik dan diaspora NU dapat menjadi jembatan bagi Indonesia untuk beralih dari pasar halal yang besar menjadi produsen yang mampu bersaing di tingkat global.

Hal itu disampaikan Menhaj saat menjadi pembicara kunci Halaqah Pendidikan Tinggi NU dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Jumat, 28 Agustus 2026.

“Haji dan umrah bukan sekadar pelayanan ibadah ritual, tetapi juga mata rantai ekonomi strategis nasional yang dapat menjadi lokomotif penguatan pendidikan tinggi dan industri halal Indonesia,” kata Menhaj.

Ia meminta mahasiswa dan pelajar NU di luar negeri membawa pulang pengetahuan, jejaring internasional, serta pengalaman global untuk memperkuat kapasitas di dalam negeri.

“Ilmu yang diperoleh di luar negeri harus kembali menjadi manfaat bagi Indonesia. Adaptasi terhadap budaya global harus memperkuat karakter bangsa, tradisi pesantren, dan komitmen kebangsaan,” ujarnya.

Menhaj juga mendorong PCINU tidak berhenti pada fungsi silaturahmi dan konsolidasi organisasi. Jejaring tersebut perlu diarahkan menjadi kerja sama akademik dan ekonomi yang konkret, seperti riset bersama, publikasi internasional, pertukaran pengetahuan, serta business matching.

Di sisi lain, PTNU didorong memperkuat tiga agenda utama, yakni joint research dan joint publication, inkubasi startup dan hilirisasi hasil riset, serta link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Menhaj menilai penguatan industri halal juga dapat dikembangkan melalui ekosistem haji dan umrah. Sektor transportasi, akomodasi, katering, kesehatan, perlengkapan jemaah, logistik, teknologi digital, hingga sistem pembayaran memiliki potensi besar bagi produk halal dalam negeri.

“Ekosistem haji dan umrah adalah ruang pasar yang besar. Kita harus mampu menghadirkan produk dan layanan Indonesia yang berkualitas, kompetitif, dan memenuhi standar global,” katanya.

Karena itu, diaspora NU di berbagai negara diharapkan aktif membuka akses pasar, membaca regulasi negara tujuan, sekaligus mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra global.

“PCINU dan alumni luar negeri harus menjadi jembatan. Pengetahuan dan jejaring global harus bermuara pada manfaat nyata bagi pesantren, UMKM, perguruan tinggi, dan industri Indonesia,” tutupnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....