Sering Menatap Layar? Waspadai Computer Vision Syndrome
- 24 Agt 2026 17:55 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Aktivitas bekerja, belajar hingga hiburan kini tidak lepas dari penggunaan komputer, laptop, tablet dan ponsel. Namun, terlalu lama menatap layar dapat memicu berbagai keluhan yang dikenal sebagai Computer Vision Syndrome atau CVS.
Melansir Kementerian Kesehatan RI pada Senin 24 Agustus 2026, Computer Vision Syndrome atau digital eye strain merupakan kumpulan keluhan pada mata, penglihatan, leher dan bahu akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama. Kondisi ini lebih berisiko dialami orang yang setiap hari bekerja dengan layar, terutama ketika posisi kerja, pencahayaan, jarak pandang dan kebiasaan beristirahat kurang baik.
Gejala CVS antara lain mata terasa lelah, kering, perih, panas atau seperti berpasir. Pengguna juga dapat mengalami pandangan kabur, sulit fokus, mata merah atau berair, sensitif terhadap cahaya, sakit kepala hingga keluhan pegal pada leher, bahu dan punggung.
Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya frekuensi berkedip ketika seseorang berkonsentrasi menatap layar. Padahal, berkedip berperan menjaga kelembapan permukaan mata.
Beberapa faktor lain yang dapat memperberat CVS antara lain durasi penggunaan layar yang terlalu lama, jarak mata dengan layar yang tidak sesuai, posisi monitor yang kurang ergonomis, pencahayaan ruangan yang tidak nyaman, ukuran huruf terlalu kecil serta gangguan refraksi yang belum dikoreksi.
Cara Mencegah Computer Vision Syndrome
Untuk mengurangi risiko CVS. Salah satunya menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik.
Selain itu, pengguna disarankan lebih sering berkedip, menggunakan kacamata sesuai hasil pemeriksaan dokter, serta mengatur posisi layar sekitar 50 hingga 70 sentimeter dari mata. Bagian atas monitor sebaiknya sedikit lebih rendah dari posisi mata agar pandangan mengarah sekitar 15 hingga 20 derajat ke bawah.
Pencahayaan ruangan juga perlu diperhatikan. Hindari kondisi terlalu terang maupun terlalu gelap serta kurangi pantulan cahaya pada layar. Ukuran huruf dapat diperbesar agar mata tidak terus-menerus bekerja keras untuk membaca.
Sebagian besar keluhan CVS dapat membaik setelah mata diistirahatkan dan kebiasaan penggunaan layar diperbaiki. Namun, masyarakat dianjurkan memeriksakan diri apabila mata merah tidak membaik, pandangan kabur terus-menerus, mengalami nyeri mata hebat, sakit kepala berulang, atau keluhan tetap muncul meski penggunaan layar telah dikurangi.
Dengan menerapkan kebiasaan penggunaan perangkat digital yang lebih sehat, masyarakat dapat tetap produktif di era digital sekaligus menjaga kesehatan mata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....