Temu Akbar KSP PAAP Buton dan Busel: Tumbuh, Berkembang, dan Berinovasi Bersama
- 24 Agt 2026 12:19 WIB
- Baubau
Poin Utama
- Temu Akbar KSP PAAP Buton dan Busel pertama diselenggarakan di Desa Koholimbo, Kabupaten Buton pada 23 Agustus 2026 dengan menghadirkan sekitar 700 anggota kelompok.
- Hingga saat ini telah terbentuk 35 kelompok simpan pinjam dengan rata-rata 10 anggota per kelompok dan total dana yang beredar mencapai Rp3,8 miliar dalam lima tahun.
- Program KSP PAAP menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan membangun semangat agar kelompok dapat berkembang dan dikelola secara berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Buton – Semangat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir terus tumbuh melalui Kelompok Simpan Pinjam (KSP) Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) di Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Selatan. Semangat tersebut terlihat dalam Temu Akbar KSP PAAP yang digelar di desa Koholimbo, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton pada Minggu, 23 Agustus 2026 dengan mengangkat tema “Tumbuh, Berkembang, dan Berinovasi Bersama KSP PAAP.
Kegiatan yang merupakan Temu Akbar KSP PAAP pertama ini dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton, Rasmin Rahman, S.Pi., MMA, dan dihadiri sekitar 700 anggota kelompok PAAP, Kepala desa Koholimbo, serta Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Selatan. Temu akbar menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, berbagi pengalaman, sekaligus membangun semangat bersama agar kelompok simpan pinjam dapat terus berkembang dan dikelola secara berkelanjutan. Hingga saat ini, telah terbentuk 35 kelompok simpan pinjam dengan rata-rata 10 anggota per kelompok. Dalam lima tahun, total dana yang telah berputar mencapai Rp3,8 miliar.
Keberadaan KSP PAAP tidak hanya memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga anggota, tetapi juga mulai menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Melalui mekanisme dana sosial, kelompok simpan pinjam turut memberikan dukungan kepada kelompok PAAP untuk melaksanakan pengawasan sumber daya perikanan berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton, Rasmin Rahman, S.Pi., MMA, kepada RRI.CO.ID, Senin, 24 Agustus 2026, menyampaikan bahwa kekuatan KSP PAAP justru terletak pada model pengelolaannya yang sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
“Model kelompok simpan pinjam ini sederhana, sehingga pengelolaan dan pengawasannya dapat dilakukan oleh kelompok sendiri. Kesederhanaan inilah yang menjadi salah satu kekuatan agar kegiatan dapat terus berjalan dan berkelanjutan,” kata Rasmin Rahman.
Menurutnya, keberlanjutan kelompok tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang dikelola, tetapi juga oleh komitmen anggota dalam menjaga kepercayaan, kedisiplinan, serta tanggung jawab bersama dalam mengelola kelompok.
Hal ini senada dengan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Selatan, Madina Hasmar, S.Pi, yang mengatakan bahwa pemerintah Buton Selatan sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh kelompok KSP karena dapat memperkuat ketahan ekonomi keluarga nelayan.
“Pada kesempatan ini juga mengusulkan untuk Pertemuan Akbar KSP tahun depan untuk dapat dilaksanakan di Kabupaten Buton Selatan,” ujar Madina Hasmar.
Pendamping Kelompok Simpan Pinjam, Wa Ode Hasida, mengatakan bahwa dana yang dikumpulkan dan dikelola kelompok selama ini memberikan manfaat langsung bagi kehidupan anggota.
“Uang yang dikumpulkan kelompok digunakan untuk berbagai kebutuhan keluarga, pendidikan, dan juga mendukung pembangunan perikanan. Jadi, manfaatnya bukan hanya untuk kebutuhan ekonomi anggota, tetapi juga dapat kembali mendukung kehidupan masyarakat pesisir dan pengelolaan perikanan,” jelasnya.

Temu Akbar ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat jejaring antar-KSP PAAP di Kabupaten Buton dan Buton Selatan. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi kelompok untuk saling belajar mengenai praktik pengelolaan simpan pinjam, memperkuat tata kelola, serta mendorong lahirnya inovasi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir.
Kelompok simpan pinjam tidak hanya menjadi wadah untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga, tetapi juga dapat menjadi salah satu fondasi bagi keberlanjutan gerakan PAAP di tingkat masyarakat.
Melalui semangat "Tumbuh, Berkembang, dan Berinovasi Bersama", Temu Akbar pertama ini menjadi langkah untuk memastikan KSP PAAP terus tumbuh sebagai kelembagaan masyarakat yang mandiri, bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir serta keberlanjutan sumber daya perikanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....