Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 3 – 6 Agustus 2026

  • 03 Agt 2026 08:35 WIB
  •  Baubau
Poin Utama
  • BMKG merilis prakiraan tinggi gelombang untuk Sulawesi Tenggara berlaku 3-6 Agustus 2026 berdasarkan data dari Stasiun Meteorologi Maritim Kendari
  • Pola angin umumnya bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan angin berkisar antara 2 hingga 20 knot selama periode prakiraan
  • Informasi prakiraan gelombang ini penting untuk keselamatan pelayaran dan aktivitas maritim di wilayah Sulawesi Tenggara

RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 3 – 6 Agustus 2026.

Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 knot.

Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Gelombang kategori sedang (ketinggian >1.25 m - 2.5) diprakirakan terjadi pada :

  • Tanggal 03 Agustus 2026 Pukul 08.00 - 04 Agustus 2026 Pukul 08.00 : Perairan Utara Wawonii, Selat Cempedak, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 04 Agustus 2026 Pukul 08.00 - 05 Agustus 2026 Pukul 08.00 : Perairan Utara Wawonii, Selat Cempedak, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Buton, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Teluk Bone Barat Kabena, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 05 Agustus 2026 Pukul 08.00 - 06 Agustus 2026 Pukul 08.00 : Perairan Utara Wawonii, Selat Cempedak, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Buton, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Teluk Bone Barat Kabena, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi.

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.

Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.

Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....