Hari Hepatitis Sedunia 2026

  • 29 Jul 2026 11:16 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Setiap 28 Juli, masyarakat internasional memperingati Hari Hepatitis Sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan, deteksi dini dan pengobatan hepatitis.

Melansir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa 28 Juli 2026, peringatan tahun 2026 mengusung tema "Hepatitis: Let's Break It Down", yang mengajak seluruh negara menghilangkan berbagai hambatan yang masih menghalangi upaya eliminasi hepatitis.

Hambatan tersebut meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, stigma terhadap penderita, keterbatasan akses terhadap layanan skrining dan pengobatan, hingga kesenjangan layanan kesehatan. Mengatasi berbagai tantangan tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk mencapai target eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030.

Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang umumnya disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Di antara jenis tersebut, hepatitis B dan C menjadi penyebab utama penyakit hati kronis, sirosis, serta kanker hati. Karena pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala, banyak orang baru mengetahui dirinya terinfeksi ketika penyakit telah berkembang.

Jutaan orang di seluruh dunia masih hidup dengan hepatitis tanpa mengetahui status infeksinya. Kondisi ini menyebabkan banyak penderita terlambat memperoleh pengobatan, padahal hepatitis B dapat dicegah melalui imunisasi, sementara hepatitis C kini dapat disembuhkan dengan terapi yang efektif.

Melalui peringatan Hari Hepatitis Sedunia, WHO mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan hati dengan melakukan pemeriksaan bila memiliki faktor risiko, melengkapi imunisasi hepatitis B, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menekan penularan dan mengurangi angka kematian akibat hepatitis.

Keberhasilan eliminasi hepatitis membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga masyarakat luas. Dengan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan menghapus berbagai hambatan yang ada, target dunia bebas hepatitis pada 2030 diharapkan dapat tercapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....