Keutamaan Bulan Safar dengan Memperbanyak Amal Saleh
- 11 Jul 2026 09:31 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang selama ini kerap dikaitkan dengan berbagai mitos, termasuk anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil yang menyatakan bahwa Bulan Safar adalah bulan sial. Sebaliknya, bulan ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan memperbanyak amal saleh.
Melansir dari baznas.go.id, pada Jumat 10 Juli 2026, anggapan bahwa Safar merupakan bulan penuh musibah berasal dari tradisi masyarakat Arab pada masa jahiliah. Rasulullah SAW kemudian meluruskan keyakinan tersebut melalui hadis yang menegaskan bahwa tidak ada kesialan pada Bulan Safar. Dengan demikian, umat Islam diajarkan untuk bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT dan tidak mempercayai tahayul maupun khurafat.
Keutamaan Bulan Safar adalah menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar, bermuhasabah atau introspeksi diri, serta meningkatkan kualitas ibadah. Setelah melewati Bulan Muharram, Safar menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk terus menjaga semangat beramal dan memperbaiki diri.
Selain itu, Bulan Safar juga menjadi momentum untuk menguatkan akidah dengan meninggalkan berbagai kepercayaan yang tidak memiliki dasar dalam syariat. Umat Islam dianjurkan tetap menjalankan aktivitas seperti bekerja, bepergian, menikah, maupun memulai usaha tanpa rasa takut terhadap mitos kesialan, karena segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT.
Mengisi Bulan Safar dengan berbagai amalan kebaikan, seperti memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, berdzikir, bershalawat, bersedekah, serta menjaga hubungan baik dengan sesama. Amalan-amalan tersebut diyakini dapat meningkatkan ketakwaan sekaligus memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....