Lapas Baubau Serahkan Ijazah Paket kepada Warga Binaan
- 29 Jun 2026 16:55 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau kembali menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Sebanyak lima warga binaan menerima ijazah Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C setelah dinyatakan lulus dari program pendidikan yang diselenggarakan di dalam Lapas, Senin 29 Juni 2026.
Penyerahan ijazah dilakukan secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Baubau, Abdul Waris, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik serta Ketua PKBM Yayasan Saliwu Baubau selaku mitra penyelenggara pendidikan kesetaraan di Lapas Baubau.
Dari lima penerima ijazah tersebut, satu orang warga binaan berhasil menyelesaikan Pendidikan Kesetaraan Paket B, sementara empat lainnya lulus pada jenjang Paket C.
Program pendidikan kesetaraan ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Kelas IIA Baubau dan PKBM Yayasan Saliwu Baubau sebagai upaya memberikan akses pendidikan formal kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Baubau, Abdul Waris, mengatakan pendidikan merupakan salah satu bekal penting bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. Abdul Waris mengapresiasi dukungan PKBM Yayasan Saliwu Baubau yang selama ini berperan aktif dalam menyukseskan program pendidikan di lingkungan Lapas.
"Melalui pendidikan, kami ingin memberikan kesempatan yang sama kepada warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri. Ijazah yang diterima hari ini bukan hanya menjadi bukti kelulusan, tetapi juga menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik," ujar Abdul Waris.
Menurutnya, pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pemberdayaan.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Baubau dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada pendidikan, pengembangan kompetensi, dan reintegrasi sosial melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Dengan terbukanya akses pendidikan formal bagi warga binaan, diharapkan mereka memiliki peluang yang lebih besar untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat, memperoleh pekerjaan yang layak, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi setelah bebas nanti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....