Mahasiswa Kesmas Unidayan Observasi SMK3 di Damkar Baubau

  • 24 Jun 2026 08:56 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) melaksanakan kegiatan observasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Baubau sebagai bagian dari pembelajaran lapangan mata kuliah SMK3. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026 dan melibatkan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat.

Observasi dilaksanakan di kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Baubau dengan tujuan untuk mengetahui penerapan SMK3, mengidentifikasi potensi bahaya dalam kegiatan operasional pemadam kebakaran, memahami penggunaan alat pelindung diri (APD) dan peralatan operasional, serta menganalisis tingkat risiko kerja beserta upaya pengendaliannya menggunakan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC).

Adapun sasaran kegiatan observasi ini meliputi sistem manajemen K3 yang diterapkan di Dinas Pemadam Kebakaran, prosedur operasional pemadaman dan penyelamatan, penggunaan peralatan kerja dan APD, serta identifikasi potensi bahaya dan risiko kerja yang dihadapi petugas selama menjalankan tugas.

Mahasiswa FKM Unidayan, Wa Ode Sitti Arsyah R., menjelaskan bahwa observasi ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam memahami dunia kerja secara nyata.

"Kami memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai penerapan K3 di lingkungan pemadam kebakaran. Kami dapat melihat secara langsung penggunaan APD, pemeriksaan peralatan operasional, pembagian tugas petugas, hingga berbagai potensi bahaya yang dihadapi saat menjalankan tugas pemadaman dan penyelamatan," ujar Wa Ode Sitti Arsyah R. kepada RRI.CO.ID, Rabu, 24 Juni 2026.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap fasilitas, kendaraan operasional, alat pemadam kebakaran, serta sistem kerja yang diterapkan oleh petugas. Selain itu, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Baubau.

Jahrin Arpa, SE., Kasi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Damkar Kota Baubau, menjelaskan sistem operasional dan penerapan K3 kepada mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unidayan dalam kegiatan observasi SMK3 sebagai bagian dari pembelajaran lapangan. (Foto: FKM Unidayan)

Sementara itu, Dosen pengampu mata kuliah SMK3, Dr. Noor Dhani, ST., MT., IPP, menyampaikan bahwa kegiatan observasi lapangan merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa karena memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung implementasi teori yang telah dipelajari di kelas.

"Mahasiswa perlu memahami bahwa keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya dipelajari secara teoritis, tetapi juga harus diamati langsung di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melihat bagaimana prinsip-prinsip K3 diterapkan dalam lingkungan kerja yang memiliki tingkat risiko tinggi sehingga dapat meningkatkan kemampuan analisis mereka terhadap potensi bahaya dan pengendalian risiko," kata Noor Dhani.

Asmin, S.Sos, selaku Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Baubau yang mendampingi kegiatan observasi mahasiswa, menjelaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap operasi pemadaman kebakaran.

"Pekerjaan pemadam kebakaran memiliki tingkat risiko yang tinggi. Oleh karena itu, setiap personel wajib memahami prosedur kerja, menggunakan alat pelindung diri secara lengkap, serta memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap digunakan sebelum turun ke lapangan," ujar Asmin.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau, Asmin, S.Sos., bersama mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unidayan saat observasi SMK3. (Foto: FKM Unidayan)

Sementara itu, La Ode Nur Alam Ndoaka, S.Hut, selaku Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan personel dan pemeliharaan peralatan operasional untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

"Kami terus berupaya meningkatkan kompetensi petugas melalui pelatihan dan pembinaan secara berkala. Selain itu, pemeriksaan rutin terhadap kendaraan dan peralatan pemadam juga dilakukan agar respons terhadap keadaan darurat dapat berjalan secara cepat dan aman," ungkap La Ode Nur Alam Ndoaka.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Kota Baubau, La Ode Nur Alam Ndoaka, S.Hut, sedang memberikan arahan, penjelasan, serta berbagi pengalaman bimbingan teknis kepada para mahasiswa yang menyimak dengan antusias. (Foto: FKM Unidayan)

Berdasarkan hasil observasi, mahasiswa menemukan bahwa Dinas Pemadam Kebakaran Kota Baubau telah menerapkan berbagai aspek keselamatan kerja, seperti penggunaan APD, pemeriksaan rutin kendaraan dan peralatan operasional, serta pelaksanaan pelatihan bagi petugas. Namun, mahasiswa juga mencatat perlunya penguatan pada beberapa aspek penerapan SMK3, seperti dokumentasi identifikasi bahaya, penilaian risiko secara berkala, audit keselamatan kerja, dan peningkatan ketersediaan APD bagi seluruh personel.

Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.

Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa sekaligus menjadi wadah kolaborasi dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran serta penerapan K3 dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....