Lima Guru Mainawa Kreativa Lolos Lomba Cerita Anak Dwibahasa

  • 03 Jun 2026 15:56 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Lima guru dari PKBM Inklusi Mainawa Kreativa berhasil lolos dalam Lomba Cerita Anak Dwibahasa 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Sulawesi Tenggara.

Ketua PKBM Inklusi Mainawa Kreativa, Rismayani, mengatakan keberhasilan tersebut diawali dengan pelaksanaan Lokakarya Menulis Buku Anak untuk jenjang PAUD dan SD yang diikuti seluruh guru. Kegiatan itu kemudian dilanjutkan dengan pendampingan dan kurasi naskah hingga siap diikutsertakan dalam lomba.

"Kami menyadari bahwa guru-guru di Mainawa memiliki potensi dalam menulis cerita anak. Karena itu, kami mengadakan lokakarya sebagai wadah pengembangan kemampuan sekaligus sebagai persiapan mengikuti lomba menulis cerita anak yang diadakan oleh Balai Bahasa,"kata Rismayani, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan buku anak karya putra-putri daerah, meningkatkan budaya literasi, serta memperkaya koleksi bacaan yang mengangkat potensi dan kearifan lokal.

PKBM Mainawa Kreativa mengirimkan 10 naskah cerita yang ditulis oleh delapan guru. Dari 15 naskah yang dinyatakan lolos berdasarkan pengumuman pada 29 Mei 2026, lima di antaranya berasal dari guru-guru Mainawa Kreativa.

Salah satu naskah yang terpilih adalah karya Nelly Triana Saputri yang mengangkat kisah persahabatan tiga hewan endemik Sulawesi Tenggara, yakni anoa, tarsius, dan monyet butung, dalam mencari sumber makanan baru di Hutan Lambusango.

Sementara itu, Suhardiyanto melalui cerita "Maleo dan Biawak Pemburu Telur" mengajak anak-anak mengenal fakta ilmiah tentang burung maleo yang merupakan satwa endemik Sulawesi.

Rismayani juga lolos melalui cerita "Mengapa Menangis, Dao?" yang mengisahkan Dao, seekor teripang laut yang memiliki kemampuan menyaring pasir kotor di laut yang tercemar.

Adapun Weka Anggun Gravika menghadirkan cerita "Jangan Remehkan Aku Yah!" yang mengangkat kisah persahabatan Beni si benih dengan bukit botak bernama Kora di Hutan Lambusango.

Keberhasilan tersebut menjadi capaian tersendiri bagi PKBM Mainawa Kreativa dalam mendorong lahirnya karya literasi anak yang mengangkat kekayaan alam dan budaya lokal Sulawesi Tenggara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....