Keutamaan Puasa Arafah, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Waktunya
- 26 Mei 2026 07:11 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunnah Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijah. Puasa ini memiliki keutamaan besar karena disebut dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Melansir mui.or.id, Senin 25 Mei 2026, niat puasa ini pada dasarnya sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dilakukan sejak malam hari setelah terbenamnya matahari hingga sebelum terbitnya fajar. Namun, karena puasa Arafah merupakan puasa sunnah, maka niatnya diperbolehkan untuk dilakukan pada siang hari selama belum melakukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Puasa Arafah dilaksanakan sehari sebelum Iduladha, bertepatan dengan saat jemaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Ibadah sunnah ini dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Adapun bacaan niat puasa Arafah adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ‘Arafata sunnatan lillahi ta‘ala."
| Baca juga: Amalan Syawal Penjaga Pahala Ramadan |
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Selain memperoleh pahala yang besar, puasa Arafah juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak doa, dzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa dua tahun, yakni setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.
Umat Islam juga dianjurkan menjaga kesehatan selama menjalankan puasa dengan memperhatikan asupan makanan saat sahur dan berbuka, terutama di tengah kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir.
Dengan melaksanakan puasa Arafah, diharapkan umat Islam dapat menyambut Hari Raya Iduladha dengan hati yang bersih, penuh syukur, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....