Tren Gula Aren, Ketahui Risiko bagi Tubuh
- 22 Mei 2026 18:38 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Minuman berbahan gula aren kini semakin populer, mulai dari kopi susu gula aren hingga aneka minuman kekinian. Banyak orang menganggap gula aren lebih sehat dibanding gula pasir biasa. Namun, apakah benar minuman gula aren aman dikonsumsi setiap hari?
Melansir dari Kemenkes.co.id pada Jumat 22 Mei 2026, sebenarnya aman tidak sih kalau sering diminum? Supaya anda tidak cuma ikut tren, penting untuk melihatnya dari berbagai sisi: mulai dari proses pembuatannya sampai dampaknya bagi tubuh.
Dari Mana Gula Aren Berasal?
Gula aren dibuat dari nira pohon aren yang direbus hingga mengental lalu mengkristal. Prosesnya tergolong lebih tradisional dan minim pemurnian dibanding gula putih. Karena itu, gula aren masih mengandung sedikit mineral seperti: kalium, magnesium, dan zat besi.
Meski terdengar lebih “alami”, jumlah nutrisi ini sebenarnya sangat kecil. Jadi, jangan langsung menganggap gula aren sebagai pilihan yang bebas risiko.
Tetap Saja, Gula Aren adalah Gula
Terlepas dari prosesnya, gula aren tetap termasuk gula, dengan kandungan utama sukrosa. Artinya: Gula aren tetap bisa meningkatkan kadar gula darah, dan tetap berkontribusi pada asupan kalori harian. Memang, indeks glikemiknya sedikit lebih rendah dibanding gula putih. Tapi dalam praktiknya, perbedaan ini tidak terlalu berarti jika anda mengonsumsinya dalam jumlah banyak.
Risiko Kalau Mengonsumsi Gula Aren Berlebihan
Masalah utama bukan pada jenis gulanya, tapi jumlahnya. Minuman manis, termasuk yang pakai gula aren, biasanya tinggi kalori dan rendah rasa kenyang. Akibatnya, anda bisa dengan mudah mengonsumsi kalori berlebih tanpa sadar. Kalau ini jadi kebiasaan, risikonya meningkat, seperti kenaikan berat badan, obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.
Tidak Selalu Murni Gula Aren
Hal penting yang sering terlewat: banyak minuman “gula aren” di pasaran sebenarnya bukan murni gula aren. Sering kali ditambahkan gula tambahan lain, sirup, krimmer, dan susu tinggi lemak.
Contohnya kopi susu gula aren yang populer. Kombinasi bahan-bahan ini bisa membuat minuman tersebut jadi tinggi kalori, bahkan bisa disebut “bom kalori” kalau sering dikonsumsi.
Siapa yang Harus Lebih Waspada?
Kalau anda punya kondisi seperti diabetes, sindrom metabolik, dan berat badan berlebih, maka konsumsi gula aren perlu lebih dikontrol. Bahkan dalam porsi kecil pun, bisa berdampak pada kadar gula darah. Dalam kondisi ini, ada baiknya diskusi dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan untuk menentukan batas aman.
Jangan Lupa Cek Label Gizi
Kalau anda membeli minuman kemasan, biasakan lihat label gizinya. Perhatikan total gula, dan kalori per porsi. Semakin tinggi angkanya, semakin besar kontribusinya terhadap asupan harian anda. Jadi, Berbahaya atau Tidak?
Minuman gula aren bukan sesuatu yang otomatis berbahaya, tapi juga bukan pilihan sehat kalau dikonsumsi tanpa kontrol.
Pada akhirnya, minuman gula aren bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibanding gula putih dalam jumlah tertentu, tetapi tetap harus dikonsumsi dengan batas wajar. Pola makan seimbang dan aktivitas fisik tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....