Hari Buruh, Simbol Perjuangan Hak Kaum Pekerja
- 01 Mei 2026 14:46 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau yang dikenal juga sebagai May Day. Peringatan ini menjadi simbol perjuangan kaum pekerja dalam menuntut hak-hak yang lebih layak, mulai dari upah yang adil hingga kondisi kerja yang manusiawi. Di berbagai negara, momen ini kerap diisi dengan aksi damai, orasi, hingga kegiatan sosial sebagai bentuk solidaritas antarpekerja.
Dikutip dari situs resmi Industrial Workers of the World (IWW), Jumat 1 Mei 2026, sejarah Hari Buruh Internasional berakar dari peristiwa Haymarket Affair di Chicago, Amerika Serikat, pada tahun 1886. Saat itu, ribuan buruh melakukan aksi menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, yakni delapan jam sehari. Aksi tersebut berujung ricuh dan memakan korban jiwa, namun menjadi titik penting dalam sejarah gerakan buruh dunia.
Di Indonesia, Hari Buruh Internasional ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak tahun 2013 ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2013. Setiap tahunnya, para pekerja dari berbagai sektor turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka, seperti peningkatan kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, dan kepastian hukum. Selain itu, banyak juga organisasi yang menggelar diskusi dan kegiatan edukatif guna meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban pekerja.
Pada tahun ini, tema besar yang diusung dalam Hari Buruh Internasional 2026 adalah “Memastikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Tengah Perubahan Iklim.” Tema tersebut menyoroti munculnya tantangan baru akibat perubahan kondisi lingkungan global.
Para pekerja kini menghadapi berbagai risiko kesehatan, mulai dari cuaca ekstrem, gelombang panas, hingga perubahan lingkungan yang semakin tidak menentu. Kondisi ini mendorong sektor industri untuk segera beradaptasi guna melindungi kesehatan fisik maupun mental para pekerja.
Di sisi lain, pemerintah dan perusahaan memiliki tanggung jawab besar untuk menyesuaikan standar keselamatan kerja. Langkah ini dinilai krusial, terutama di tengah proses transisi menuju industri ramah lingkungan serta meningkatnya suhu global yang dampaknya semakin nyata dirasakan.
Melalui Hari Buruh Internasional, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Kolaborasi yang baik diyakini mampu menciptakan lingkungan kerja yang adil, produktif, dan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan pekerja dapat terus meningkat di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....