Sejarah dan Tujuan Peringatan Hari Puisi Nasional

  • 28 Apr 2026 08:52 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Setiap tanggal 28 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Puisi Nasional sebagai momentum untuk menghidupkan kembali kecintaan terhadap karya sastra, khususnya puisi. Tanggal ini dipilih untuk mengenang sosok penyair legendaris Chairil Anwar, yang dikenal melalui karya-karyanya yang kuat, penuh makna, dan menggugah semangat kebebasan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi adalah ragam sastra yang bahasa terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Jadi, dapat disimpulkan puisi adalah ungkapan pikiran dan perasaan penyair yang dituangkan dengan menggunakan bahasa yang indah serta mengandung makna mendalam.

Sejarah Hari Puisi Nasional

Hari Puisi Nasional ditetapkan bertepatan dengan tanggal wafatnya Chairil Anwar, yaitu 28 April 1949. Chairil Anwar dikenal sebagai pelopor puisi modern Indonesia yang membawa gaya baru dalam dunia sastra pada masanya. Karya-karyanya seperti “Aku” dan “Karawang-Bekasi” menjadi tonggak penting yang memperlihatkan semangat individualisme, kebebasan, dan keberanian dalam berekspresi.

Penetapan tanggal ini menjadi simbol penghormatan terhadap kontribusi besar Chairil Anwar dalam membangun fondasi puisi modern di Indonesia, hari ini tidak lepas dari sosok besar Chairil Anwar, penyair Angkatan ’45 yang karyanya masih relevan hingga kini dan menjadi inspirasi lintas generasi.

Secara substantif, tujuan utama peringatan Hari Puisi Nasional adalah untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya sastra, khususnya puisi, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berkarya dan mengekspresikan gagasan melalui bahasa yang estetis.

Selain itu, momentum ini juga menjadi sarana refleksi atas peran puisi sebagai media kritik sosial, ekspresi emosional, dan dokumentasi kehidupan manusia.

Peringatan Hari Puisi Nasional 2026 diharapkan mampu memperkuat budaya literasi di Indonesia. Lebih dari sekadar merangkai kata, puisi menjadi jembatan untuk merawat kepekaan, memperkaya bahasa, dan menjaga jati diri bangsa di tengah arus globalisasi yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....