Peringatan Hari Hemofilia Sedunia Tingkatkan Kesadaran

  • 17 Apr 2026 07:24 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Setiap tanggal 17 April, dunia memperingati Hari Hemofilia Sedunia atau World Hemophilia Day. Momentum ini menjadi ajang penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hemofilia dan berbagai gangguan pembekuan darah lainnya yang masih kurang dipahami.

Hemofilia merupakan kelainan genetik langka yang menyebabkan darah sulit membeku. Kondisi ini membuat penderitanya berisiko mengalami perdarahan berkepanjangan, baik akibat luka ringan maupun secara spontan tanpa sebab yang jelas. Jika tidak ditangani dengan baik, hemofilia dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kerusakan sendi hingga organ vital.

Mengutip World Federation of Hemophilia pada Jumat 17 April 2026, Tema tahun ini, “Diagnosis: Langkah pertama menuju perawatan”, menyoroti pentingnya diagnosis sebagai langkah awal yang krusial dalam pengobatan dan perawatan. Federasi Hemofilia Dunia (WFH) memperkirakan bahwa lebih dari tiga perempat penderita hemofilia di seluruh dunia belum terdiagnosis. Kesenjangan yang lebih besar juga terjadi pada gangguan perdarahan lainnya.

Hal tersebut berarti ratusan ribu orang di dunia masih belum mendapatkan akses terhadap perawatan dasar. Namun, memiliki kekuatan dan komitmen bersama untuk mengubah kondisi ini. Peningkatan hasil diagnosis dapat dilakukan dengan memperkuat keterampilan tenaga kesehatan serta meningkatkan efektivitas laboratorium.

Tenaga medis menekankan pentingnya deteksi dini, terutama bagi keluarga yang memiliki riwayat hemofilia. Gejala seperti mudah memar, mimisan yang sulit berhenti, serta perdarahan berlebih setelah cedera atau tindakan medis perlu diwaspadai sejak dini.

Selain itu, dukungan dari keluarga dan lingkungan se r juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup penderita hemofilia. Dengan penanganan yang tepat dan pola hidup sehat, penderita hemofilia tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara produktif.

Melalui peringatan ini, masyarakat diharapkan semakin peduli dan memahami bahwa hemofilia bukanlah hal yang harus ditakuti, melainkan kondisi yang bisa dikelola dengan baik melalui edukasi, akses layanan kesehatan, dan dukungan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....