Pernikahan Dianjurkan di Bulan Syawal, ini Alasannya!

  • 26 Mar 2026 18:54 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Ditengah masyarakat, masih ditemukan anggapan bahwa bulan-bulan tertentu tidak baik untuk melangsungkan pernikahan. Bahkan, sebagian orang menunda momen sakral tersebut karena khawatir dianggap membawa kesialan. Namun, pandangan ini ternyata memiliki kemiripan dengan tradisi lama yang sudah diluruskan sejak masa awal Islam.

Melansir Kemenag.go.id, Pada masa jahiliyah, masyarakat Arab memiliki keyakinan bahwa bulan Syawal adalah waktu yang tidak tepat untuk menikah. Mereka menghindari pernikahan di bulan tersebut karena dianggap membawa nasib buruk dalam rumah tangga.

Pandangan ini secara tegas ditolak oleh Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam. Sebagai bentuk pembuktian sekaligus koreksi terhadap keyakinan tersebut, beliau justru menikahi Sayyidah ‘Aisyah pada bulan Syawal. Tindakan ini menjadi pesan kuat bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan, termasuk Syawal.

Ulama besar, Imam An-Nawawi, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut mengandung anjuran untuk melangsungkan pernikahan di bulan Syawal. Dalam pandangan mazhab Syafi’i, menikah di bulan ini bahkan dinilai sebagai sesuatu yang disunnahkan, selama kondisi memungkinkan.

Meski demikian, para ulama juga menegaskan bahwa pada dasarnya semua bulan adalah baik untuk melaksanakan pernikahan. Tidak ada larangan atau kesialan yang melekat pada waktu tertentu. Oleh karena itu, jika ada alasan yang lebih memungkinkan untuk menikah di luar bulan Syawal, maka hal tersebut tetap diperbolehkan dan sah.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak lagi terjebak pada mitos yang tidak memiliki dasar kuat. Pernikahan seharusnya ditentukan oleh kesiapan dan kemaslahatan, bukan oleh anggapan-anggapan yang belum tentu benar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....