Zakat Fitrah Uang atau Beras, Ini Penjelasannya

  • 13 Mar 2026 16:19 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan harus ditunaikan pada bulan Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Zakat ini bertujuan untuk menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merayakan hari raya dengan layak.

Secara umum, zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk bahan makanan pokok yang biasa dikonsumsi masyarakat, seperti beras. Melansir baznas,goid, Jumat 13 Marte 2026, besarannya setara dengan sekitar 2,5 kilogram atau 3,5 liter makanan pokok per orang. Ketentuan ini merujuk pada praktik yang dilakukan pada masa Rasulullah SAW.

Namun, dalam perkembangannya muncul pertanyaan di masyarakat mengenai boleh tidaknya zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk uang. Sejumlah ulama memiliki pandangan yang berbeda terkait hal tersebut. Sebagian ulama memperbolehkan pembayaran zakat fitrah dengan uang dengan alasan memudahkan dan lebih bermanfaat bagi penerima zakat.

Pendapat tersebut banyak diikuti oleh lembaga zakat di berbagai daerah karena dinilai lebih praktis serta dapat menyesuaikan dengan kebutuhan mustahik atau penerima zakat. Dengan uang, penerima zakat dapat membeli kebutuhan pokok yang mereka perlukan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Untuk memahami apakah zakat fitrah dibayar uang dapat diterima dalam Islam, ini hikmah di balik kewajiban zakat fitrah.

1. Membersihkan Jiwa Orang yang Berpuasa

Zakat fitrah menjadi sarana penyucian diri dari kesalahan yang mungkin terjadi selama menjalankan ibadah puasa.

2. Membantu Kaum Fakir Miskin

Tujuan utama zakat fitrah adalah membantu kaum yang membutuhkan agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya. Dalam konteks ini, sebagian ulama berpendapat bahwa zakat fitrah dibayar uang justru dapat lebih membantu karena penerima dapat menggunakan uang tersebut untuk berbagai kebutuhan.

3. Menciptakan Kepedulian Sosial

Zakat fitrah juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial antar sesama muslim. Dengan adanya zakat fitrah, kesenjangan ekonomi di masyarakat dapat sedikit berkurang, terutama menjelang Idulfitri.

Meski demikian, ada pula ulama yang tetap menganjurkan zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok sebagaimana yang dicontohkan dalam hadis. Karena itu, masyarakat dianjurkan mengikuti ketentuan yang berlaku di wilayah masing-masing atau melalui lembaga zakat resmi agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan sesuai syariat.

Rekomendasi Berita