THR Aman, Ramadan Tetap Nyaman
- 13 Mar 2026 09:55 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti. Selain suasana ibadah yang lebih khusyuk, masyarakat juga biasanya menerima Tunjangan Hari Raya (THR) yang sering dianggap sebagai “bonus tahunan”. Namun tanpa pengelolaan yang tepat, uang THR bisa habis sebelum Lebaran tiba. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengatur keuangan secara bijak agar tidak mengalami “kantong jebol” di akhir Ramadan.
Lalu bagaimana cara mengatur THR agar tidak boros saat Ramadan dan Lebaran? Melansir dari mediakeuangan.kemenkeu.go.id pada Jumat 13 Maret 2026, berikut 4 tips cerdas mengatur arus kas selama Ramadan dan Lebaran.
1. Pisahkan Gaji Bulanan dan THR
Langkah pertama dalam pengelolaan keuangan bulan puasa adalah memisahkan antara gaji dan THR. Jangan mencampuradukkan kedua sumber dana ini. Gunakan gaji rutin bulanan Anda murni untuk biaya hidup operasional, seperti membayar tagihan listrik, air, cicilan rumah atau kendaraan, serta belanja dapur sehari-hari.
2. Rumus Alokasi Ideal THR
Agar THR tidak menguap tanpa jejak, segera alokasikan dananya sejak hari pertama cair. Berikut contoh alokasi yang diterapkan:
- 10% hingga 15% untuk kewajiban agama, seperti Zakat Fitrah, Zakat Mal, Fidyah, maupun sedekah. Pos ini adalah prioritas utama untuk menyempurnakan ibadah kita.
- 10% hingga 20% dari THR untuk melunasi atau mencicil utang jangka pendek, khususnya tagihan kartu kredit atau paylater yang mungkin membengkak.
- 40% hingga 50% alokasi untuk kebutuhan Lebaran. Dana ini mencakup biaya transportasi mudik, hampers, angpao atau salam tempel, kue Lebaran, hingga pakaian baru jika memang diperlukan.
- 10% hingga 20% sisanya untuk tabungan atau investasi, seperti menambah dana darurat, membeli Surat Berharga Negara (SBN), atau reksa dana guna mengamankan kondisi keuangan Anda pasca-Lebaran.
3. Waspada "Bocor Halus" Pengeluaran
Pengeluaran besar seperti tiket pesawat mudik mungkin sudah disiapkan dari jauh hari, tapi pengeluaran kecil yang berulang seringkali luput dari pantauan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Waspadai jebakan acara bukber. Silaturahmi memang penting, tapi Anda tidak harus selalu hadir di setiap undangan. Tentukan batas maksimal dan prioritas kehadiran dan siapkan budget khusus di awal.
- Hadapi tren kirim hampers dengan bijak. Jadilah selektif dan batasi pengiriman hanya pada keluarga inti atau relasi terdekat. Membawakan buah tangan buatan sendiri juga bisa menjadi alternatif yang lebih hemat dan terasa lebih personal.
- Tahan godaan diskon online saat sahur. Kebiasaan mengecek aplikasi e-commerce sambil menunggu waktu subuh sangat mudah memicu pembelian impulsif pada barang yang sebenarnya tidak mendesak.
4. Strategi Bertahan Hidup Pasca-Lebaran
Banyak yang lupa bahwa setelah gegap gempita libur Lebaran usai realita kehidupan tetap berlanjut. Jarak antara kembalinya kita beraktivitas pasca lebaran dengan tanggal gajian berikutnya seringkali terasa sangat panjang. Pastikan Anda:
- Menyisakan saldo likuid yang cukup di rekening operasional untuk biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari.
- Tidak mengandalkan utang konsumtif.
- Tetap disiplin pada anggaran bulanan.
- Jangan sampai euforia Lebaran berujung pada beban finansial baru.
Dengan pengelolaan yang tepat, THR tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri, tetapi juga dapat membantu menjaga stabilitas keuangan setelahnya. Perencanaan keuangan yang bijak membuat perayaan Lebaran tetap terasa hangat tanpa harus khawatir dengan kondisi keuangan di kemudian hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....