Jalur Poros Kelurahan Sulaa Kian Padat, Pembangunan Pasar Mendesak untuk Penataan
- 27 Feb 2026 15:26 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Meningkatnya aktivitas ekonomi di jalur poros yang menghubungkan Kota Baubau dengan Kabupaten Buton Selatan (Busel) kini menjadi perhatian serius. Keberadaan pedagang sayur dan ikan yang menjamur di pinggir jalan kawasan Kelurahan Sulaa dinilai mulai mengganggu ketertiban lalu lintas dan estetika kota.
Lurah Sulaa, Yusri Syarifudin, menegaskan bahwa pembangunan pasar permanen di Kelurahan Sulaa menjadi solusi terbaik untuk menertibkan para pedagang tersebut sekaligus menghidupkan pusat ekonomi baru.
"Harapan saya sebagai Kepala Wilayah, pedagang-pedagang ikan dan sayur yang berada di jalan poros ini bisa segera ditertibkan dan dipindahkan ke dalam pasar. Saat ini keberadaan mereka cukup mengganggu pemandangan, apalagi ini jalur utama penghubung antar kabupaten/kota," ujar Yusri usai mendampingi Wali Kota Baubau, Yusran Fahim saat meninjau lokasi pembanguna Pasar di Kelurahan Sulaa.
Dalam tiga tahun terakhir, kawasan Sulaa mengalami perkembangan pesat dengan hadirnya berbagai toko bangunan besar. Namun, pertumbuhan ini belum dibarengi dengan fasilitas pasar yang representatif bagi masyarakat kecil.
Menurut Yusri, rencana pembangunan pasar di RT 001/RW 002 Lingkungan Topa Pantai bukan sekadar keinginan pemerintah, melainkan desakan kuat dari masyarakat yang telah dimasukkan dalam usulan prioritas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) awal tahun ini.
Selain masalah penataan jalan, urgensi pasar ini didorong oleh keluhan warga mengenai tingginya biaya transportasi menuju pasar yang ada saat ini.
Diharapkan dengan adanya pasar di Topa Pantai, pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dapat meningkat, wajah jalan poros Sulaa menjadi lebih bersih, dan akses kebutuhan pokok warga menjadi lebih terjangkau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....