Kantah Baubau Klaim Zero Tunggakan Layanan 2026
- 25 Feb 2026 01:59 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Baubau memastikan seluruh tunggakan layanan telah diselesaikan hingga awal tahun 2026. Tidak ada lagi pekerjaan yang tertunda, baik dari Penerimaan Diterima di Muka (PDDM) maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantah Kota Baubau, Rangga Yudha Pratama mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil penyelesaian secara bertahap tunggakan layanan pada tahun 2025 lalu.
“Alhamdulillah untuk tunggakan baik itu PDDM maupun PNBP di tahun 2025 sampai awal tahun 2026 ini kami telah selesaikan semua. Artinya kami sudah zero tunggakan,”ujarnya, Selasa 24 Februari 2026.
Ia menegaskan, saat ini tidak ada lagi tunggakan pekerjaan di Kantah Baubau. Kecuali permohonan yang masih bersengketa atau sedang berproses di pengadilan.
Menurut Yudha, permohonan yang masuk ranah peradilan tidak dikategorikan sebagai tunggakan. Sebab, prosesnya berada di luar kewenangan administrasi kantor pertanahan dan menunggu putusan hukum tetap.
Ia mengatakan, sepanjang 2025, jumlah permohonan layanan pertanahan di Kota Baubau tercatat sekitar 6.000 berkas. Angka itu mencakup seluruh jenis layanan.
Yudha menambahkan, di akhir tahun 2025 sempat tersisa sekitar 15 berkas tunggakan. Namun, seluruhnya berhasil dirampungkan pada awal Februari 2026.
“Kurang lebih sekitar 15 tunggakan, dan alhamdulillah di awal bulan 2 ini kita sudah selesaikan semua,”katanya.
Terkait strategi percepatan, Yudha menyebut tidak ada pola khusus. Pihaknya hanya membangun komitmen internal untuk menuntaskan pekerjaan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Dokumen yang masuk dipastikan lengkap sejak awal. Baik dari sisi administrasi persyaratan penerbitan sertifikat maupun status penguasaan dan pemanfaatan tanah yang harus clean and clear,"jelasnya.
Menurut Yudha, dengan memastikan berkas lengkap dan tidak bermasalah sejak pendaftaran, proses layanan bisa berjalan lancar. Hasilnya, seluruh tunggakan berhasil ditekan hingga nol di awal 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....