Asap Kiriman Diduga Selimuti Langit Baubau, BMKG Imbau Pakai Masker
- 29 Sep 2026 18:25 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Langit Kota Baubau dan sejumlah wilayah di Kepulauan Buton terpantau berkabut putih sejak Senin 28 September siang hingga Selasa pagi 29 September 2026. Fenomena tersebut sempat viral di media sosial dan memicu berbagai dugaan di tengah masyarakat.
Sejumlah warga menduga kondisi langit yang tampak keruh tersebut disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Kota Baubau maupun wilayah Kepulauan Buton, sebagian pula menduga akan turun hujan.
Namun, hasil pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau menunjukkan kondisi tersebut bukan kabut akibat uap air, melainkan asap.
"Hasil pengamatan sejak Senin pukul 13.00 WITA menunjukkan jarak pandang di wilayah Baubau mengalami penurunan hingga sekitar delapan kilometer. Sementara itu, kelembapan udara tercatat berada pada kisaran 51 hingga 61 persen,"jelas Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau, Adi Istiono kepada RRI, Selasa 29 September 2026.
Menurut Adi, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator fenomena yang terjadi merupakan asap, bukan kabut yang terbentuk akibat tingginya kandungan uap air di atmosfer.
Dugaan bahwa asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sekitar Kepulauan Buton juga dinilai belum cukup kuat berdasarkan hasil pemantauan titik panas. Pada 28 September 2026, BMKG Baubau mendeteksi sekitar lima hingga 12 titik panas yang tersebar di empat wilayah kerja.
Dengan jumlah tersebut, BMKG menilai kemungkinan sumber asap berasal dari karhutla di wilayah Kepulauan Buton maupun daratan Sulawesi Tenggara relatif kecil.
BMKG Baubau menduga asap yang menyelimuti langit Kota Baubau merupakan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan berskala besar di wilayah Papua Selatan.
Asap tersebut diduga bercampur dengan asap dari wilayah Maluku, kemudian terbawa angin regional dari arah tenggara melintasi Laut Banda hingga mencapai wilayah Kepulauan Buton. Jarak antara Merauke dan Baubau sendiri diperkirakan mencapai sekitar 1.800 kilometer.
Adi mengatakan kondisi langit keruh akibat asap masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut bergantung pada pola angin serta perkembangan kebakaran di wilayah yang menjadi sumber asap.
BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian. Mereka disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih.
Masyarakat juga diimbau menutup jendela rumah apabila konsentrasi asap semakin pekat serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah.
Selain itu, pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan menurunnya jarak pandang akibat kondisi asap tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....