Kadie Kamaru Lasalimu Rayakan Syukur Panen, Menjaga Tradisi dan Jati Diri

  • 29 Sep 2026 07:05 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Buton - Masyarakat Kadie Kamaru, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, kembali menggelar pesta adat sebagai ungkapan syukur atas hasil pertanian sekaligus menjaga tradisi dan kebersamaan yang diwariskan leluhur. Mengusung tema 'Melestarikan Adat, Mempererat Persaudaraan, Menjaga Jati Diri'.

Pesta Adat Kadie Kamaru berlangsung di Baruga Kelurahan Kamaru, Sabtu, 26 September 2026, dengan melibatkan masyarakat setempat secara gotong royong. Sejumlah tamu undangan hadir, di antaranya Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, Wakil Ketua DPRD Buton, pimpinan OPD, Sultan Buton Lembaga Adat L.M Sjamsul Qamar bersama perangkat adat, Forkopimda, camat, lurah serta masyarakat Kamaru.

Lurah Kamaru, Tajudin mengatakan, pesta adat tersebut rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk syukur masyarakat atas keberhasilan dalam bertani. Seluruh rangkaian kegiatan juga lahir dari inisiatif dan gotong royong masyarakat.

“Ini inisiatif masyarakat. Mereka saling bahu-membahu, gotong royong mengadakan semua acara ini. Dari keikhlasan masyarakat karena rasa syukur mereka,” kata Tajudin.

Kedatangan para tamu undangan di Baruga Kamaru disambut dengan sejumlah pertunjukan budaya. Penampilan diawali tari oleh tokoh adat, dilanjutkan manari yang dibawakan para pelajar, Tari Linda dan pertunjukan silat.

Setelah seluruh pertunjukan selesai, para tamu undangan kemudian menuju bagian atas Baruga Kamaru untuk mengikuti rangkaian acara, termasuk sambutan dan prosesi adat.

Ketua Panitia Pesta Adat Kadie Kamaru, LM Djamil Naaji mengatakan, pesta adat tersebut merupakan warisan leluhur yang bertitik tolak dari kehidupan masyarakat Kamaru yang sejak dahulu sangat dekat dengan pertanian dan alam.

Menurutnya, dalam kehidupan bertani terdapat tata cara, aturan dan doa yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satunya Pontasu yang dalam pelaksanaannya melibatkan Parika, yakni orang yang memahami tata cara adat dalam mengawali kegiatan pertanian.

“Pesta Adat Kadie Kamaru adalah doa syukur dan harapan bersama. Bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga bentuk penghormatan kita terhadap adat dan warisan orang-orang tua kita,” ujar Djamil.

Djamil menjelaskan, tradisi pertanian tersebut juga mengandung pesan tentang pembagian, kebersamaan dan keseimbangan. Setiap orang memiliki hak dan bagiannya masing-masing sehingga adat mengajarkan masyarakat untuk tidak hidup dalam keserakahan dan tetap menghormati hak orang lain.

Suasana Pesta Adat Kadie Kamaru, Sabtu 26 September 2026 (Foto: RRI)

Usai sambutan, suasana kebersamaan berlanjut dalam prosesi makan bersama. Ratusan talang berisi makanan yang telah disiapkan masyarakat disuguhkan kepada para tamu dan peserta pesta adat.

Menariknya, sebagian besar makanan tersebut tidak langsung disantap di tempat. Masyarakat dan tamu undangan memilih membungkus makanan yang disediakan untuk kemudian dibawa pulang.

Bagi masyarakat Kamaru, tradisi tersebut menjadi bagian dari semangat berbagi yang melekat dalam pelaksanaan pesta adat. Makanan yang disiapkan secara bersama menjadi simbol keterlibatan masyarakat sekaligus wujud syukur atas hasil yang diperoleh.

Djamil menambahkan, pelestarian adat juga perlu berjalan bersama dengan upaya menjaga kekayaan pertanian Kamaru, termasuk berbagai jenis padi lokal yang mulai jarang ditanam.

“Padi lokal bukan hanya hasil pertanian. Di dalamnya terdapat pengetahuan, identitas dan sejarah masyarakat Kamaru,” katanya.

Karena itu, pesta adat tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk melestarikan adat, mempererat persaudaraan dan menjaga jati diri masyarakat Kamaru.

Sementara itu, Tajudin berharap perhatian terhadap masyarakat Kamaru juga dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap sektor pertanian. Selain kebutuhan bibit dan prasarana jalan tani, masyarakat membutuhkan bantuan alat pertanian untuk menunjang aktivitas dan meningkatkan hasil produksi.

“Kami berharap ke depan ada bantuan alat-alat pertanian untuk masyarakat, sehingga petani bisa lebih mudah dalam mengolah lahan dan meningkatkan hasil pertanian,” ujar Tajudin.

Tajudin berharap dukungan tersebut dapat berjalan seiring dengan upaya masyarakat menjaga adat dan budaya, sehingga Kamaru dapat berkembang dan semakin maju tanpa kehilangan jati dirinya.

“Harapannya semoga Kamaru ini bisa seperti kelurahan yang lain, lebih maju,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....