Meta’u’a Binawakili Didorong Masuk Kalender Pariwisata Sultra
- 21 Sep 2026 07:55 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Buton Selatan - Tradisi adat Meta’u’a Masyarakat Binawakili di Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, didorong menjadi bagian dari kalender pariwisata daerah Sulawesi Tenggara (Sultra). Tradisi yang melibatkan enam desa tersebut dinilai memiliki kekuatan budaya dan nilai gotong royong yang dapat menjadi daya tarik wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, Muhammad Ridwan Badallah mengatakan semangat masyarakat dalam menjaga tradisi Meta’u’a menunjukkan kekuatan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat. Enam desa bersatu dalam satu kegiatan adat dinilai mencerminkan semangat kebersamaan yang semakin penting untuk dipertahankan.
Menurutnya, Meta’u’a tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan masyarakat, tetapi dapat dikembangkan menjadi agenda pariwisata yang terencana. Pemerintah provinsi akan mendorong agar kegiatan tersebut masuk dalam kalender event daerah dan selanjutnya diusulkan dalam kalender event pariwisata yang lebih luas.
“Semangat kegotongroyongan, saling bahu-membahu, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, dari enam desa yang bersatu dalam satu kegiatan, ini sebuah jiwa yang mungkin sudah mulai luntur di era sekarang,” ujarnya saat menghadiri Tradisi Meta’u’a di Kecamatan Siompu, Minggu, 20 September 2026.

Ridwan menilai pengembangan pariwisata Buton Selatan tidak dapat hanya mengandalkan satu jenis destinasi. Daerah ini memiliki kekayaan bahari, budaya, sejarah, serta sejumlah pulau dan kawasan pesisir yang dapat dikembangkan menjadi satu kesatuan paket wisata.
Khusus Siompu, kekuatan tersebut dapat diperkuat dengan mengemas tradisi adat, sejarah masyarakat, serta potensi wisata bahari dalam satu narasi destinasi. Dengan pendekatan tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga mengenal sejarah dan kebudayaan masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pariwisata Sultra juga mendorong peningkatan infrastruktur pendukung pariwisata. Menurutnya, potensi wisata yang besar membutuhkan akses dan fasilitas yang memadai agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ridwan mengatakan pemerintah provinsi akan terus mengupayakan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk membuka peluang dukungan terhadap pembangunan infrastruktur pariwisata di Buton Selatan.

Selain itu, pengembangan destinasi juga diarahkan agar melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Budaya, produk masyarakat, kuliner, kerajinan, hingga kegiatan adat diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Dorongan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Buton Selatan memperkuat pembangunan di Siompu, termasuk pemenuhan kebutuhan listrik dan pembangunan infrastruktur jalan.
Dengan dukungan infrastruktur dan promosi yang lebih terarah, Tradisi Meta’u’a diharapkan tidak hanya menjadi warisan budaya yang terus dilaksanakan masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata budaya Buton Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....