ODGJ Bisa Pulih, Dinkes Baubau Tekankan Pentingnya Dukungan Keluarga

  • 20 Sep 2026 20:35 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) memiliki peluang untuk pulih dan kembali menjalani aktivitas di tengah masyarakat. Namun, proses tersebut tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan terdekat.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Baubau, Djainudin Ishak mengatakan, pihaknya pernah menangani pasien dengan kondisi gangguan jiwa berat yang kemudian menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan penanganan.

Djainudin menceritakan, terdapat pasien yang sebelumnya mengalami kondisi berat hingga membahayakan diri sendiri. Pasien tersebut kemudian dirujuk ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan.

Setelah kondisinya membaik, pasien kembali ke Baubau dan mendapatkan pemantauan serta pengobatan melalui layanan kesehatan.

“Ada kasusnya yang kita tangani sudah sembuh sama sekali. Dari parah betul, dari sudah membahayakan nyawanya sendiri, kemudian sampai kita tangani, rujuk rumah sakit jiwa, kemudian kondisinya membaik,”katanya, Kamis 13 Agustus 2026.

Pasien tersebut bahkan mampu mengonsumsi obat secara mandiri, mengambil obat sendiri di puskesmas, hingga akhirnya dinyatakan dapat lepas dari obat dan kembali bekerja.

Namun kondisi tersebut kemudian kembali memburuk. Setelah ditelusuri, kata Djainudin, terdapat persoalan dalam lingkungan keluarga yang menjadi salah satu faktor pemicu kekambuhan.

“Ternyata setelah kita lacak, ada faktor keluarga dekat yang menyebabkan seperti ini. Ada perlakuannya apa begitu, yang dia teringat lagi, langsung lagi parah,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut, menurut Djainudin, menunjukkan bahwa keberhasilan penanganan ODGJ tidak berhenti ketika pasien keluar dari fasilitas kesehatan. Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi pasien agar tetap stabil.

“Jadi harus memang dukungan orang-orang dekat ini, itu harus sangat penting ya, keluarga dalam hal ini,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya mengajak keluarga tidak menjauhi atau memberikan perlakuan yang dapat memperburuk kondisi anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

Pendampingan secara berkelanjutan diperlukan agar pasien yang telah mendapatkan perawatan dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih mandiri di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....