PNM Baubau CUP II Asah Atlet Jelang Porprov

  • 06 Sep 2026 20:15 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Turnamen tenis meja PNM Baubau CUP II 2026 menjadi ajang bagi para atlet tenis meja di Sulawesi Tenggara untuk mengasah kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar akhir 2026.

Sebanyak 100 atlet tenis meja dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara ambil bagian dalam Turnamen yang dipusatkan di Kota Baubau selama dua hari mulai 5 - 6 September 2026.

Mengusung tema “Sportivitas dalam Kompetisi, Solidaritas dalam Kebersamaan”, turnamen ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi para atlet sebelum pelaksanaan Porprov Sultra yang dijadwalkan November mendatang.

Kepala Cabang PNM Kota Baubau, Salim, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan kali ketiga PNM menggelar turnamen tenis meja serupa. Kegiatan pertama dilaksanakan di Kota Kendari, sedangkan penyelenggaraan kedua dan ketiga berlangsung di Kota Baubau.

Menurut Salim, turnamen tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi dan perebutan juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pencinta tenis meja sekaligus mendorong perkembangan olahraga tersebut di Sulawesi Tenggara.

“Kegiatan ini kami maksudkan untuk membangun silaturahmi bersama tim pecinta tenis di Sulawesi Tenggara. Selanjutnya, untuk memajukan olahraga ini di Sultra mengingat olahraga ini kurang diminati. Semoga dengan event ini bisa menambah gairah anak-anak muda untuk bisa mencintai tenis meja,” jelas Salim,Minggu 6 September 2026.

Salim menyebutkan, animo peserta pada turnamen tahun ini cukup tinggi. Hal itu terlihat dari kehadiran atlet yang datang dari sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara, di antaranya Buton Utara, Muna Barat, Kendari hingga Kolaka hingga Konawe Utara.

Untuk itu, Kacab berharap kegiatan tersebut dapat terus memperkuat silaturahmi antarpencinta tenis meja, khususnya di Baubau dan Sulawesi Tenggara, sekaligus mendorong agar masyarakat semakin mencintai olahraga, termasuk tenis meja. Tak hanya itu, PNM Baubau CUP II diharapkan dapat menjadi wadah untuk menjaring bibit-bibit unggul yang nantinya mampu memperkuat kontingen daerah pada Porprov Sulawesi Tenggara 2026.

Salah satu peserta asal Kabupaten Buton Utara, La Ode Asad, mengaku memiliki target tinggi dalam keikutsertaannya pada turnamen tersebut.

Turun di kategori ganda, Asad mengatakan keikutsertaannya menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus membidik podium tertinggi.

“PNM CUP tahun lalu saya mendapatkan juara III. Motivasi saya mengikuti kegiatan ini untuk bisa berdiri di podium satu,” jelas Asad.

Menurutnya, turnamen seperti PNM Baubau CUP menjadi kesempatan penting bagi atlet untuk kembali menguji kemampuan dan meningkatkan mental bertanding sebagai persiapan menuju Porprov.

“Lewat turnamen ini akhirnya kita bisa mengasah kembali kemampuan kita,” tambahnya.

Asad berharap kompetisi tenis meja seperti PNM CUP dapat digelar secara rutin. Menurutnya, semakin banyak turnamen yang tersedia, semakin besar pula kesempatan para atlet untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman bertanding.

“Dalam setahun minimal ada tiga turnamen seperti ini,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Baubau, Edi, mengatakan turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung perkembangan atlet tenis meja di Kota Baubau sekaligus menjadi ajang persiapan menghadapi Porprov pada November mendatang.

Ia menyebutkan, sekitar 100 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara ambil bagian dalam turnamen yang mempertandingkan dua kategori, yakni tunggal dan ganda.

“Lewat ajang ini kita harapkan daerah bisa mengutus peserta terbaik pada ajang Porprov nanti. Ke depan kita akan genjot turnamen tingkat pelajar,” jelas Edi.

Menurut Edi, melalui kompetisi tersebut masing-masing daerah dapat melihat dan memetakan kemampuan atlet sehingga bisa menentukan pemain terbaik yang akan dipersiapkan untuk mengikuti Porprov.

Dengan tingginya partisipasi atlet dari berbagai daerah, PNM Baubau CUP II 2026 tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara. Turnamen ini juga menjadi ruang pembinaan, memperkuat persaudaraan antaratlet, serta menjadi bagian dari upaya menyiapkan talenta terbaik tenis meja Sulawesi Tenggara menuju Porprov 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....