Sebanyak 25 Titik Panas Terdeteksi di Pulau Buton dan Muna

  • 02 Sep 2026 11:30 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Sebanyak 25 titik panas terdeteksi di wilayah Kepulauan Buton dan Muna, Sulawesi Tenggara, pada 2 September 2026 berdasarkan pemantauan satelit BMKG. Kondisi ini perlu diwaspadai karena wilayah tersebut masih berada pada periode musim kemarau.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau, Adi Istiono mengatakan, pemantauan titik panas dilakukan berdasarkan data satelit dalam 24 jam terakhir. Secara keseluruhan, terdapat 100 titik panas yang terdeteksi di wilayah Sulawesi Tenggara.

Di Pulau Buton, titik panas terpantau di sejumlah wilayah. Kabupaten Buton mencatat 2 titik di Kecamatan Lasalimu dan Siotapina.

Kabupaten Buton Selatan juga mencatat 2 titik panas, masing-masing di Kecamatan Batauga dan Sampolawa. Sementara itu, Buton Tengah tidak tercatat memiliki titik panas.

Kabupaten Buton Utara menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak di Pulau Buton. Terdapat 8 titik, masing-masing 3 di Bonegunu, 1 di Kulisusu, 2 di Kulisusu Barat, dan 2 di Kulisusu Utara.

Sementara di Kota Baubau, 1 titik panas terdeteksi di Kecamatan Kokalukuna.

Di Kabupaten Wakatobi, terdapat 5 titik panas dan seluruhnya terdeteksi di Kecamatan Wangi-Wangi.

Di Pulau Muna, terdapat 7 titik panas. Rinciannya, 4 titik berada di Kabupaten Muna, yakni 1 di Lasalepa, 2 di Tongkuno dan 1 di Watopute, sedangkan 3 titik lainnya berada di Kabupaten Muna Barat, yakni 2 di Lawa dan 1 di Wadaga.

Adi Istiono menjelaskan, secara normal wilayah Kepulauan Buton masih berada dalam periode kemarau hingga September dan Oktober. "Agustus, September, Oktober itu masih kondisinya masih kemarau. Akhir Oktober dari data normal sudah mulai menuju awal musim hujan,"kata Adi, Rabu, 2 September 2026.

Namun, kondisi tersebut berpotensi berubah karena adanya anomali cuaca berupa El Nino. Menurut Adi, El Nino diprediksi berlangsung hingga akhir 2026 dan berpotensi berlanjut hingga 2027, sehingga meski hujan mulai turun pada periode normalnya, curah hujan dapat lebih rendah dari kondisi biasanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....