KM Dioskuri Gangguan Mesin di Perairan Wabula, Seluruh Penumpang Selamat

  • 26 Agt 2026 20:43 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Kapal penumpang KM Dioskuri yang melayani rute Tomia–Baubau mengalami gangguan mesin saat berada di perairan Wabula, Kabupaten Buton, Senin malam 24 Agustus 2026. Kapal sempat mengalami penurunan kecepatan sebelum akhirnya berhasil ditarik dan disandarkan dengan aman di Pelabuhan Pasarwajo pada Selasa dini hari 25 Agustus 2026.

Seluruh penumpang dipastikan selamat dan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut. Setelah kapal bersandar, para penumpang melanjutkan perjalanan menuju Kota Baubau melalui jalur darat dan telah tiba di rumah masing-masing.

Plh Kalaks BPBD Kota Baubau, Dr. Moh. Tasdik, mengatakan informasi mengenai gangguan KM Dioskuri diterima BPBD Kota Baubau pada Senin malam sekitar pukul 22.30 Wita dari Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Wakil Wali Kota Baubau menginstruksikan BPBD Kota Baubau segera melakukan pemantauan, mengambil langkah penanganan yang diperlukan, serta melaporkan setiap perkembangan situasi.

BPBD Kota Baubau kemudian berkoordinasi dengan Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Baubau. Dari hasil koordinasi diketahui KM Dioskuri mengalami kerusakan mesin sehingga hanya satu mesin yang masih dapat beroperasi.

Akibat gangguan tersebut, kecepatan kapal turun drastis menjadi sekitar 2–3 knot. Posisi kapal saat itu diperkirakan berada sekitar 12 mil laut dari Pasar Wabula.

Untuk memastikan kondisi penumpang, BPBD Kota Baubau juga melakukan komunikasi langsung melalui sambungan telepon dengan salah seorang penumpang. Hasil komunikasi memastikan kondisi seluruh penumpang di atas kapal aman dan terkendali.

Penanganan selanjutnya dilakukan secara terpadu. Polres Buton bersama PT Triko mengerahkan kapal untuk menarik KM Dioskuri menuju Pelabuhan Pasarwajo.

Sekitar pukul 03.00 Wita, KM Dioskuri berhasil disandarkan dengan aman di Pelabuhan Pasarwajo. Satu jam kemudian, sekitar pukul 04.00 Wita, seluruh penumpang melanjutkan perjalanan menuju Kota Baubau menggunakan kendaraan roda empat melalui jalur darat.

“Hasil konfirmasi lanjutan BPBD Kota Baubau kepada para penumpang memastikan seluruh penumpang telah tiba di rumah masing-masing di Baubau dalam kondisi selamat,” ujar Tasdik.

Ia mengatakan keselamatan seluruh penumpang tidak terlepas dari kecepatan respons dan soliditas koordinasi antarinstansi dalam menangani gangguan tersebut.

“Begitu informasi diterima dari Ibu Wakil Wali Kota, kami langsung bergerak, membuka komunikasi dengan Pos SAR Baubau, sekaligus mengonfirmasi langsung ke penumpang di atas kapal. Prinsipnya, dalam situasi seperti ini kecepatan informasi dan kejelasan alur koordinasi sama pentingnya dengan peralatan,” katanya.

Tasdik juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan, khususnya Pos SAR Baubau, Polres Buton dan PT Triko.

BPBD Kota Baubau mengimbau operator dan awak kapal untuk selalu memastikan kelaikan mesin, peralatan keselamatan, serta kesiapan kapal sebelum melakukan pelayaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Masyarakat pengguna jasa transportasi laut juga diimbau memilih moda angkutan resmi, mematuhi arahan awak kapal, serta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kepanikan apabila terjadi gangguan selama pelayaran.

BPBD Kota Baubau memastikan akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mendukung terjaganya aspek keselamatan pelayaran di wilayah Buton Raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....