Baubau Antisipasi Penurunan Debit Air Baku Dampak El Nino
- 26 Agt 2026 15:20 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota Baubau menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi penurunan debit air baku akibat fenomena El Nino. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Dampak El Nino dan Penurunan Tingkat Layanan Air Bersih Perumda Air Minum Kota Baubau, Rabu, 26 Agustus 2026.
Rakor yang dipimpin Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, di Aula Lantai II Kantor Wali Kota Baubau itu membahas langkah mitigasi dan rencana kontinjensi menghadapi potensi berkurangnya ketersediaan air. Pembahasan mencakup kesiapan teknis dan penganggaran secara terpadu, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Yusran Fahim mengatakan, pemerintah daerah mulai melihat dampak kekeringan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Karing-Karing. Sebagai langkah awal, pemerintah telah memberikan bantuan pompa air untuk menjaga ketersediaan air di wilayah terdampak.
“Kita sudah mulai melihat ada dampaknya, seperti permukaan air yang terdampak di Karing-Karing. Saat ini kita sudah antisipasi dengan memberikan bantuan pompa air,” ungkapnya.
Selain menyiapkan pompa, pemerintah daerah akan mengoptimalkan mobil tangki air apabila dampak kekeringan mulai dirasakan di wilayah perkotaan. Yusran meminta seluruh pihak mempersiapkan langkah tersebut sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Apabila terjadi di dalam kota, paling tidak mobil-mobil tangki yang ada bisa mengatasi hal itu. Jangan sampai sudah terjadi kekeringan betul baru kita kaget dan bertanya apa yang harus kita lakukan,” tegasnya.
Dampak kekeringan juga mulai dirasakan sektor pertanian, terutama di wilayah persawahan Karing-Karing dan Sorawolio. Pemerintah menyiapkan pompa air sekaligus akan meninjau langsung lokasi untuk memastikan kebutuhan dan bentuk bantuan yang tepat bagi petani.
Terkait layanan Perumda Air Minum Kota Baubau, Yusran menjelaskan penurunan layanan saat ini tidak hanya dipengaruhi persoalan jaringan, tetapi juga keterbatasan air baku. Kondisi debit air yang menurun membuat pelayanan kepada masyarakat belum dapat dilakukan secara optimal.
“PDAM membutuhkan jaringan air. Tetapi sekarang, meskipun jaringan air ada, kondisi air kita hari ini tidak memungkinkan. Sehingga pelayanan air kita kepada masyarakat berkurang,” jelasnya.
Pemerintah daerah akan memperkuat ketersediaan sumber air sekaligus menyiapkan pola distribusi apabila bantuan air bersih melalui mobil tangki diperlukan. Yusran menekankan distribusi harus dilakukan secara terkoordinasi dan merata agar masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan layanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....