UMU Buton Kembangan UMKM DZ Group Lande lewat Diversifikasi dan Inovasi Kemasan
- 20 Agt 2026 06:28 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Buton Selatan – Universitas Muslim Buton melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mendorong UMKM DZ Group Lande di Desa Windu Makmur, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, meningkatkan daya saing produk pangan lokal melalui inovasi kemasan dan pemasaran digital.
Program bertajuk “Pemberdayaan UMKM DZ Group Lande melalui Diversifikasi dan Inovasi Kemasan Standing Pouch untuk Meningkatkan Penjualan di Marketplace” tersebut difokuskan pada pengembangan produk bawang goreng dan keripik bawang merah.
Ketua Tim Pelaksana kegiatan, Catur Wulandari, mengatakan DZ Group Lande merupakan komunitas UMKM kaum muda yang mengembangkan berbagai produk pangan lokal, seperti bawang goreng, keripik bawang merah, abon tuna, dan kawone-wone.
“Pengembangan difokuskan pada bawang goreng dan keripik bawang merah untuk memperkuat nilai tambah melalui diversifikasi, inovasi kemasan, dan pemasaran digital,” jelasnya,Rabu 19 Agustus 2026.

Menurutnya, sebelum program berjalan, produksi mitra masih sekitar 100–200 kemasan per bulan dengan pemasaran yang didominasi penjualan langsung dan titip jual di kios atau warung.
“Mitra sebenarnya telah mencoba marketplace, namun belum optimal karena keterbatasan kemasan, foto produk, deskripsi, branding, serta pemahaman pemasaran digital,”pungkasnya.
Catur menyebutkan, melalui program PkM ini, produk diarahkan menggunakan standing pouch ziplock food grade dengan ukuran 50 gram, 100 gram, dan 250 gram. Kemasan tersebut dilengkapi informasi produk yang lebih lengkap dan dirancang agar lebih menarik untuk pemasaran langsung maupun daring.
Selain kemasan, mitra juga mendapatkan dukungan teknologi tepat guna seperti mesin peniris minyak, mesin pengiris bawang, rak stainless steel, kompor dua tungku, mesin sealer, serta perangkat pendukung pelabelan.
Pendampingan juga mencakup teknik foto produk, penyusunan deskripsi, hingga pengelolaan marketplace. Target program antara lain meningkatkan harga jual 20–30 persen dan mendorong kontribusi penjualan online hingga minimal 40 persen dari total penjualan produk yang menjadi fokus program.
Catur menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari bantuan alat atau pelatihan, tetapi dari kemampuan mitra menggunakan teknologi, menjaga mutu produk, mengelola kemasan, mencatat penjualan, dan memasarkan produk secara mandiri.
“Program ini mendapat dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek),”bebernya.
Catur juga mengapresiasi Universitas Muslim Buton, UMKM DZ Group Lande, dan Pemerintah Desa Windu Makmur atas dukungan terhadap pelaksanaan program.
“Dengan inovasi kemasan, teknologi tepat guna, dan pemasaran digital, produk pangan lokal DZ Group Lande diharapkan tidak hanya semakin menarik di mata konsumen, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas,”tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....