Kepton Pay Dorong UMKM Waruruma Naik Kelas di Era Digital

  • 20 Agt 2026 06:26 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Pelaku UMKM di Kelurahan Waruruma, Kota Baubau, mulai didorong meninggalkan pola transaksi konvensional dan beradaptasi dengan ekosistem digital melalui pemanfaatan aplikasi Kepton Pay.

Inovasi tersebut dihadirkan oleh tim dosen Universitas Muslim Buton (UMB) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2026 bertajuk “Pemberdayaan UMKM Waruruma melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Aplikasi Kepton Pay dalam Meningkatkan Penjualan dan Kemandirian Usaha.”

Ketua tim PkM, Mardiana, mengatakan program ini tidak sekadar mengenalkan aplikasi digital kepada pelaku usaha. Kepton Pay dipadukan dengan pelatihan, pendampingan, pencatatan transaksi, literasi keuangan, dan pemasaran digital.

“Program diarahkan untuk memperkuat kapasitas UMKM melalui penerapan teknologi digital dalam transaksi dan pemasaran, peningkatan kemampuan pengelolaan usaha, serta perluasan akses pasar,” jelas Mardiana, Rabu 19 Agustus 2026.

Menurut Mardina, UMKM di Kelurahan Waruruma memiliki potensi untuk berkembang sebagai penggerak ekonomi masyarakat lokal. Aktivitas usahanya mencakup kuliner, makanan dan minuman, kios, serta jasa skala rumah tangga.

Akan tetapi, sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan pola transaksi dan pemasaran konvensional. Pemanfaatan teknologi digital untuk promosi, transaksi, pencatatan keuangan, dan perluasan pasar belum optimal.

Kondisi awal tersebut menyebabkan jangkauan konsumen masih relatif terbatas. Pelaku usaha juga belum sepenuhnya memiliki pencatatan transaksi, pendapatan, pengeluaran, dan perkembangan usaha secara sistematis.

“Dengan kata lain, persoalan UMKM Waruruma bukan semata-mata persoalan produk. Persoalannya juga berkaitan dengan bagaimana produk dijual, bagaimana transaksi dicatat, bagaimana konsumen dijangkau, dan bagaimana pelaku usaha mengetahui perkembangan usahanya,”katanya.

Kepton Pay sebagai Teknologi Tepat Guna

Akademisi ini menjelaskan, Program PkM ini menghadirkan Kepton Pay sebagai salah satu teknologi tepat guna untuk mendukung proses digitalisasi usaha.

Kepton Pay diarahkan bukan hanya sebagai sarana transaksi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang lebih digital. Penerapannya dikombinasikan dengan pelatihan, pendampingan, pencatatan transaksi, literasi keuangan, serta penguatan pemasaran.

“Pendekatan tersebut penting karena digitalisasi UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan atau memperkenalkan sebuah aplikasi. Pelaku usaha perlu memahami mengapa teknologi digunakan, bagaimana cara menggunakannya, dan bagaimana data transaksi dapat dimanfaatkan untuk mengelola usaha,”tambahnya.

Karena itu, kegiatan PkM dirancang dengan mengintegrasikan tiga aspek utama, yaitu teknologi digital, manajemen usaha, dan pemasaran.

Memperluas Pasar dengan Digitalisasi

Digitalisasi memberikan peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas. Dalam program ini, pemanfaatan media digital dan Kepton Pay diarahkan untuk mendukung promosi dan transaksi sehingga pelaku UMKM dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.

“Perubahan tersebut diharapkan secara bertahap menggeser pola usaha dari sekadar menunggu konsumen datang menjadi lebih aktif dalam memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen,”jelasnya.

Dengan demikian, digitalisasi bukan hanya persoalan penggunaan aplikasi, tetapi juga perubahan pola pikir dalam menjalankan usaha.

Target UMKM Semakin Mandiri

Program PkM ini memiliki sejumlah target yang terukur. Salah satunya adalah minimal 70 persen UMKM mitra aktif menggunakan Kepton Pay, minimal 70 persen memiliki catatan transaksi digital, dan minimal 60 persen mampu membaca serta memahami omzet dan arus kas usaha.

Program juga menargetkan peningkatan volume transaksi minimal 20 persen serta kemampuan UMKM untuk mengoperasikan dan mengelola transaksi melalui Kepton Pay secara mandiri.

Target tersebut menunjukkan keberhasilan program tidak hanya dilihat dari berapa banyak pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan. Ukuran yang lebih penting adalah apakah teknologi benar-benar digunakan dalam aktivitas usaha dan apakah pelaku UMKM mampu menggunakannya secara mandiri.

Namun demikian, target tersebut perlu dibedakan dari capaian aktual. Berdasarkan laporan kemajuan, data mengenai persentase peningkatan penjualan, jumlah transaksi melalui Kepton Pay, peningkatan pendapatan, serta jumlah UMKM yang aktif menggunakan aplikasi masih harus disesuaikan dengan hasil pengukuran dan bukti transaksi aktual sebelum laporan akhir dinyatakan final.

Mardiana menilai, melalui program ini, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan nyata masyarakat.

“Bagi UMKM Waruruma, Kepton Pay diharapkan menjadi salah satu pintu masuk menuju usaha yang lebih modern, adaptif, mandiri, dan berbasis data,”harapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....