GJI Baubau, Hampir 200 Peserta Alami Gangguan Kesehatan

  • 14 Agt 2026 10:46 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Cuaca panas disertai angin kencang mewarnai pelaksanaan Lomba Gerak Jalan Indah (GJI) 2026 di Kota Baubau. Kondisi tersebut membuat sejumlah peserta mengalami gangguan kesehatan hingga harus mendapat penanganan dari petugas medis yang disiagakan di sepanjang rute.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau mencatat hampir 200 peserta mengalami keluhan kesehatan selama dua hari pelaksanaan GJI. Keluhan yang paling banyak ditemukan antara lain sakit kepala, lemas, pusing, muntah-muntah, hingga pingsan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Baubau, Djainudin Ishak, mengatakan setiap posko layanan kesehatan rata-rata menangani sedikitnya 20 peserta dalam sehari.

“Teman-teman nakes di lokasi melaporkan secara real time adanya pasien. Di setiap posko selama dua hari pelaksanaan GJI ini minimal melayani 20 pasien dalam sehari, ada 100-an pasien,” jelas Djainudin.

Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan peserta mengalami kelelahan, terutama karena harus menempuh rute gerak jalan yang cukup panjang di tengah cuaca panas.

Meski demikian, Djainudin menyebut jumlah peserta yang mengalami gangguan kesehatan tahun ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Dinkes Baubau juga bersyukur karena seluruh peserta yang mengalami keluhan dapat segera ditangani.

Tambah Titik Posko Kesehatan

Untuk mengantisipasi kondisi darurat selama GJI, Dinkes Kota Baubau menambah titik layanan kesehatan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

Sebanyak delapan posko kesehatan disiagakan di sepanjang jalur GJI. Setiap titik dilengkapi tenaga kesehatan dan ambulans untuk memberikan pertolongan pertama kepada peserta yang mengalami gangguan kesehatan.

Delapan titik tersebut berada di MAN 1 Baubau sebagai lokasi start, Jalan Murhum depan Asia Baru, Jalan Jenderal Sudirman depan Bank BNI, Jalan Mayjend Sutoyo kawasan Pantai Kamali, depan Masjid Pelabuhan Murhum, Lapangan Merdeka, Gedung Pancasila, hingga titik finish di depan SDN 2 Baubau.

“Kalau tahun lalu posko di bawah delapan titik, tahun ini ada penambahan untuk mengoptimalkan layanan,” kata Djainudin.

Djainddin menambahkan, petugas kesehatan disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama kepada peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama mengikuti lomba.

Kesiapsiagaan tenaga kesehatan dinilai penting mengingat peserta harus menempuh rute yang cukup panjang. Selain itu, pelaksanaan GJI berlangsung di tengah aktivitas masyarakat Kota Baubau.

Diikuti 468 Barisan

Lomba Gerak Jalan Indah tingkat Kota Baubau 2026 diikuti 468 barisan. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni 11–13 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dinkes Kota Baubau tidak hanya bersiaga selama pelaksanaan GJI. Sejak 27 Juli, tenaga kesehatan juga telah diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan, termasuk saat latihan Paskibraka.

Setelah GJI, petugas kesehatan kembali disiagakan untuk mendukung pelaksanaan upacara puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

Kesiapan layanan kesehatan tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan di Kota Baubau berjalan aman, sekaligus memberikan perlindungan bagi peserta maupun masyarakat yang terlibat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....