Puncak Kemarau Agustus-Oktober, Warga Baubau Diminta Siaga Hadapi Angin Kencang

  • 18 Jul 2026 12:15 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk Kota Baubau, diprediksi berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau Mohamad Tasdik mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi BMKG sebagai dasar dalam menyusun langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Menurutnya, musim kemarau tahun ini dipengaruhi penguatan fenomena El Nino sehingga berpotensi memicu kondisi cuaca yang lebih kering sekaligus meningkatkan risiko cuaca ekstrem berskala lokal.

"Potensi angin kencang masih perlu diwaspadai meski memasuki musim kemarau. Karena itu masyarakat harus tetap meningkatkan kesiapsiagaan," ungkapnya, Kamis 16 Juli 2026.

BPBD mencatat, periode Juli 2026 terjadi sedikitnya tiga kejadian akibat angin kencang. Peristiwa tersebut meliputi atap rumah warga yang terbang hingga menimpa rumah tetangga serta pohon tumbang di Kelurahan Bukit Wolio Indah. Pada malam harinya, satu pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di kawasan Palagimata.

Saat ini BPBD tengah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Baubau untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat angin kencang.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD telah menerbitkan dua surat imbauan resmi yang disebarluaskan kepada masyarakat berisi langkah-langkah antisipasi menghadapi angin kencang dan pohon tumbang.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan, di antaranya memangkas ranting pohon yang lapuk atau terlalu rimbun di sekitar rumah, memperkuat atap dan bangunan semi permanen, menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun papan reklame saat hujan disertai angin, serta berhati-hati saat berkendara di jalan yang dipenuhi pepohonan.

Selain ancaman angin kencang, warga yang bermukim di kawasan perbukitan dan lereng tebing diminta mewaspadai potensi tanah longsor. Sementara meningkatnya suhu udara selama musim kemarau juga berpotensi memicu kebakaran lahan maupun permukiman apabila masyarakat tidak berhati-hati dalam menggunakan api.

"Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak bencana. Kami berharap seluruh warga meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya di lingkungannya," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....