El Nino Tingkatkan Risiko Kebakaran di Baubau Damkar Siaga 24 Jam
- 18 Jul 2026 12:14 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino mulai berdampak terhadap meningkatnya kejadian kebakaran di Kota Baubau.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Baubau mencatat sebanyak 20 kasus kebakaran terjadi sepanjang semester II tahun 2026, yang didominasi kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah milik warga.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau, La Ode Nur Alam mengatakan peningkatan kasus tersebut dipicu oleh musim kemarau yang disertai angin kencang sehingga api lebih mudah menyebar.
"Sebagian besar kebakaran yang kami tangani adalah kebakaran lahan dan tumpukan sampah. Kondisi cuaca El Nino membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan," ujarnya,Kamis 16 Juli 2026.
Menurut Nur Alam, rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kebakaran. Masih banyak warga yang membakar sampah lalu meninggalkan lokasi sebelum api benar-benar padam.
"Api yang ditinggalkan itu kemudian tertiup angin dan menjalar ke lahan maupun kebun di sekitarnya. Ini yang sering menjadi penyebab kebakaran meluas," jelasnya.
Untuk menghadapi berbagai kondisi darurat, Damkar Baubau telah menyiagakan tim rescue khusus yang dilengkapi tiga unit mesin pemotong kayu (chainsaw) guna menangani pohon tumbang maupun proses evakuasi lainnya.
Meski demikian, Nur Alam mengakui jumlah personel Damkar saat ini masih jauh dari ideal. Kondisi tersebut kerap menjadi tantangan ketika terjadi beberapa laporan darurat secara bersamaan di lokasi yang berbeda.
Personel kami masih sangat terbatas. Kadang dalam waktu bersamaan ada laporan penyelamatan di beberapa kelurahan sekaligus dan juga panggilan kebakaran, sehingga petugas harus membagi regu yang ada," ungkapnya.
Saat ini pelayanan Damkar Kota Baubau didukung empat pos operasional, yakni Pos Bungi 1, Pos Sorolio 1 di eks Kantor TVRI Puncak, Pos Betoambari, dan Markas Komando (Mako).
Terkait penanganan pohon tumbang, Nur Alam menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengenai pembagian tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Secara SOP kami diprioritaskan turun apabila pohon tumbang mengakibatkan korban jiwa atau ada warga yang tertimpa. Namun di lapangan kami tetap berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait agar penanganan berjalan cepat," jelasnya.
Kabid menambahkan, dampak angin kencang tidak hanya menyebabkan pohon tumbang, tetapi juga merusak rumah warga. Sejumlah kejadian atap rumah terbang akibat terpaan angin dilaporkan terjadi di wilayah Kelurahan Wameo dan Kilo 4.
Dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem, Damkar Baubau terus memperkuat koordinasi dengan BMKG dan BPBD melalui grup komunikasi bersama untuk memantau perkembangan prakiraan cuaca setiap hari.
Di sisi lain, Nur Alam menyoroti masih adanya kebiasaan sebagian masyarakat yang lebih memilih merekam atau melakukan siaran langsung (live) di media sosial saat melihat kebakaran dibanding segera melapor kepada petugas.
"Kami berharap masyarakat tidak hanya merekam atau live di media sosial. Yang paling penting adalah segera menghubungi Damkar agar petugas bisa bergerak secepat mungkin. Beberapa menit pertama sangat menentukan keberhasilan pemadaman," tegasnya.
Damkar Kota Baubau sendiri telah menyediakan layanan hotline darurat 24 jam melalui nomor 0811-4001-113 yang dijaga petugas piket setiap hari.
"Kami mengajak masyarakat memanfaatkan hotline tersebut apabila melihat kebakaran atau kondisi darurat lainnya. Semakin cepat informasi kami terima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....