Bupati Bombana Percepat Penyusunan CPCL Pengembangan Tebu Seribu Hektare

  • 15 Jul 2026 11:53 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Bombana - Bupati Bombana, Burhanuddin, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) Pengembangan Tebu di Aula Measa Laro, Kantor Bupati Bombana, Selasa 14 Juli 2026. Rapat ini menjadi langkah awal percepatan program pengembangan tebu seluas 1.000 hektare di Kabupaten Bombana.

Rapat dihadiri Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Sekretaris Daerah Bombana, para asisten, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bappeda, camat, lurah, kepala desa, pimpinan instansi vertikal, perwakilan PT Jhonlin Group, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Dalam arahannya, Burhanuddin meminta seluruh peserta rapat mendukung penyusunan CPCL agar target pengembangan tebu tahap awal seluas 1.000 hektare dapat tercapai. Bahkan, Burhanuddin berharap luasan tersebut bisa bertambah apabila masih tersedia lahan yang memenuhi persyaratan.

"Sekiranya masih ada lokasi yang dapat dijadikan CPCL tebu sehingga target 1.000 hektare dapat terpenuhi, bahkan kalau memungkinkan lebih dari itu," kata Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, Bombana memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan komoditas tebu. Namun, pemanfaatan lahan harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku dengan mengutamakan Areal Penggunaan Lain (APL) di luar kawasan hutan.

Berdasarkan pemaparan dalam rapat, pengembangan tebu tahap awal direncanakan di empat lokasi. Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, dialokasikan seluas 150 hektare. Desa Totole, Kecamatan Matausu, menjadi lokasi terluas dengan 650 hektare. Sementara Desa Kolombi, Kecamatan Matausu, dan Desa Karya Baru, Kecamatan Poleang Utara, masing-masing seluas 100 hektare.

Pemerintah Kabupaten Bombana akan menindaklanjuti rencana tersebut melalui sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah juga akan memastikan kesiapan lahan dan calon petani yang akan terlibat dalam program pengembangan tebu.

Rapat koordinasi itu turut menghasilkan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Bombana dan PT Jhonlin Group. Kerja sama tersebut akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) mengenai penyerapan hasil panen petani serta pendampingan teknis mulai dari proses budidaya hingga panen.

Program pengembangan tebu ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian. Bantuan yang disiapkan meliputi 60.000 mata bibit tebu per hektare, bantuan biaya pengolahan lahan sebesar Rp4 juta per hektare, serta dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menunjang produktivitas petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....