IPARI Baubau Luncurkan Sahabat Muallaf dan MADADA Perkuat Dakwah Inklusif

  • 14 Jul 2026 19:54 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Penguatan moderasi beragama dan pendampingan umat terus menjadi perhatian di Kota Baubau. Melalui peluncuran program Sahabat Muallaf dan MADADA (Sinergi Amanah Hadir Bersama Aksi Takwa dan Masjid Berdaya Berdampak), penyuluh agama didorong menghadirkan dakwah yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan keagamaan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan sosial masyarakat.

Program tersebut diluncurkan dalam kegiatan Dialog Intern Umat Islam yang dirangkaikan dengan Hari Lahir (Harlah) ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Baubau di Aula MAN 1 Baubau, Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darus Salam, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Baubau Hasim Umar, Ketua MUI Kota Baubau, Ketua BAZNAS Kota Baubau, para Kepala KUA, kepala madrasah, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, penyuluh agama, serta para muallaf.

Ketua IPARI Kota Baubau, Irma Purnamayanti, mengatakan tema 'Merawat Harmoni, Menguatkan Iman' mencerminkan harapan agar masyarakat Baubau senantiasa hidup dalam suasana damai, harmonis, dan memiliki solidaritas sosial yang kuat.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Kementerian Agama Kota Baubau dan BAZNAS Kota Baubau, Penandatanganan Komitmen Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Selasa, 14 Juli 2026 (Foto: Mu'jizat)

Menurutnya, penyuluh agama perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pendekatan dakwah yang lebih membumi dan berkelanjutan. Pendampingan terhadap para muallaf serta penguatan fungsi masjid menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang lebih berdampak.

"Hari ini penyuluh agama bukan sekadar menerangi jalan, tetapi juga menjadi penunjuk arah yang membawa umat menuju kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Baubau, Hasim Umar, menegaskan dialog intern umat Islam merupakan ikhtiar memperkuat ukhuwah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Hasim menyampaikan lima pesan utama, yakni dialog harus mampu menjawab persoalan riil di masyarakat, menjaga persaudaraan di tengah perbedaan, menghadirkan pendampingan berkelanjutan bagi para muallaf, menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dalam menjalankan seluruh program.

"Mulailah dari langkah nyata yang konsisten. Jangan berhenti pada seremoni peluncuran, tetapi hadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Pemukulan Gong oleh Sekda Baubau,La Ode Darus Salam Menandai Peluncuran Program Sahabat Muallaf dan Sinergi Amanah Hadir Bersama Aksi Takwa dan Masjid Berdaya Berdampak di Aula MAN 1 Baubau, Selasa, 14 Juli 2026. (Foto: Mu'jizat)

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, yang menilai tema kegiatan sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, harmoni harus terus dirawat melalui sikap saling menghargai, sedangkan keimanan menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang damai dan bermartabat.

Sekda menilai peluncuran Sahabat Muallaf merupakan langkah strategis untuk memberikan pendampingan kepada warga yang baru memeluk Islam agar memperoleh bimbingan, penguatan mental, serta lingkungan yang mendukung.

Selain itu, Sekda menekankan konsep Masjid Berdaya dan Berdampak harus diwujudkan dengan menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pembinaan umat, pemberdayaan sosial, hingga penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. Menurutnya, hal tersebut memerlukan kepengurusan masjid yang aktif, profesional, dan mampu mengelola program kemasjidan secara berkelanjutan.

Kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Daerah Kota Baubau, dilanjutkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Kementerian Agama Kota Baubau dan BAZNAS Kota Baubau, penandatanganan Komitmen Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), serta pemotongan tumpeng sebagai puncak peringatan Harlah ke-3 IPARI Kota Baubau.

Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat peran penyuluh agama sebagai penggerak harmoni, pendamping umat, dan pelopor dakwah yang adaptif serta berdampak bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....