Pensiunan PNS di Baubau Sulap Balkon Rumah jadi Peternakan Ayam Petelur

  • 09 Jul 2026 10:21 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Tingginya kebutuhan telur ayam di Kota Baubau yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah membuka peluang usaha yang menjanjikan.

Kondisi ini dimanfaatkan seorang pensiunan bernama Pemran dengan membangun peternakan ayam petelur di lantai tiga rumahnya, tepatnya di Jalan Erlangga, Kecamatan Murhum, Kota Baubau.

Selama ini kebutuhan telur ayam masyarakat Baubau sebagian besar dipenuhi dari luar Provinsi Sulawesi Tenggara, terutama dari Sulawesi Selatan dan Sidoarjo, Surabaya.

Keterbatasan jumlah peternak lokal membuat produksi daerah belum mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat.

Bahkan, saat momentum Iduladha lalu, harga telur ayam sempat melonjak hingga mencapai Rp90.000 hingga Rp100.000 per rak, seiring meningkatnya kebutuhan warga.

Melihat kondisi tersebut, Pemran yang merupakan mantan Kepala Bidang Peternakan yang pernah bertugas di Kota Baubau dan Kabupaten Buton Tengah mulai merintis usaha peternakan ayam petelur sejak Januari 2026. Berbekal 150 ekor ayam, ia memanfaatkan balkon lantai tiga rumahnya yang sebelumnya tidak digunakan sebagai kandang produksi.

"Saya beternak ini selain untuk hiburan di masa tua, namun hobi ini juga mendatangkan keuntungan," ujar Pemran, Kamis 9 Juli 2026.

Menurutnya, potensi usaha ayam petelur di Baubau masih sangat besar karena sekitar 80 persen kebutuhan telur masyarakat masih dipasok dari luar daerah.

"Yang saya tahu 80 persen telur kita didatangkan dari luar seperti Surabaya dan Makassar. Menurut saya, kalau masih ada yang beternak sampai 100 ribu ekor lagi seperti saya untuk kebutuhan di Baubau, insyaallah masih bisa terserap," jelasnya.

Selain menambah penghasilan setelah pensiun, usaha tersebut juga menjadi cara Pemran memanfaatkan ruang kosong di rumah sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Saat ini, dari 150 ekor ayam yang dipelihara, Pemran mampu memanen sekitar 120 butir telur setiap hari. Seluruh hasil produksi dipasarkan di warung miliknya dengan harga Rp2.000 per butir. Berkat kualitas telur yang segar, usahanya kini telah memiliki pelanggan tetap.

Usaha yang dirintisnya juga mendapat perhatian dari Dinas Pertanian Kota Baubau. Pemran mengaku pernah menerima kunjungan dari dinas tersebut untuk memberikan masukan dan pembinaan dalam pengembangan usaha peternakan ayam petelur skala rumah tangga.

Pemran berharap semakin banyak warga memanfaatkan pekarangan maupun ruang kosong di rumah untuk beternak ayam petelur. Selain berpotensi menambah pendapatan keluarga, langkah tersebut juga dapat membantu mengurangi ketergantungan Baubau terhadap pasokan telur dari luar daerah.

"Telur merupakan salah satu sumber protein yang murah dan dibutuhkan masyarakat setiap hari. Kalau semakin banyak warga yang beternak, tentu kebutuhan daerah bisa dipenuhi dari produksi sendiri," pungkasnya.

Sementara kotoran ayamnya dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman. Beberapa tetangganya bahkan rutin mengambil kotoran ayam untuk dijadikan pupuk.

“Kotoran ayamnya tidak akan jatuh kelantai karena ada pengalasnya dibawah kanddang, setiap hari saya bersihkan dan saya berikan kepada orang yang butuh pupuk sehingga selalu bersih,”tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....