DLH Baubau Hidupkan Kembali TPS3R Demi Kurangi Timbunan Sampah

  • 08 Jul 2026 18:57 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau secara bertahap mengaktifkan kembali Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan bank sampah berbasis wilayah untuk menekan timbunan sampah. Upaya tersebut mulai berdampak dengan turunnya volume sampah yang masuk ke TPA Wakonti dari 81 ton per hari pada 2025 menjadi sekitar 60–70 ton per hari pada 2026.

Kepala DLH Baubau, Amiruddin mengatakan, persoalan persampahan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat. Karena itu, pihaknya terus berupaya menghidupkan kembali bank-bank sampah dan TPS3R yang sempat tidak beroperasi.

Salah satu TPS3R yang akan kembali diaktifkan kata Amiruddin, berada di Kecamatan Sorawolio, yang telah mati suri selama kurang lebih dua tahun.

"TPS3R di Sorawolio kami aktifkan kembali agar mampu menangani sampah masyarakat di wilayah kecamatan tersebut. Lokasi ini dipilih karena fasilitasnya masih memungkinkan untuk dioperasikan kembali di tengah keterbatasan anggaran yang kami miliki,"kata Amiruddin, Rabu 8 Juli 2026.

Amiruddin menjelaskan, pengaktifan TPS3R di Sorawolio bukan menjadi target akhir. Ke depan, DLH juga berencana menghidupkan kembali TPS3R di kawasan Palagimata untuk melayani pengelolaan sampah masyarakat Kecamatan Betoambari, terutama kawasan permukiman yang terus berkembang.

Menurutnya, beroperasinya TPS3R di sejumlah wilayah diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA Wakonti, yang saat ini menjadi satu-satunya tempat pemrosesan akhir sampah di Kota Baubau.

"Tidak semua sampah harus lari ke TPA Wakonti. Sebagian akan diolah di TPS3R sehingga beban TPA bisa berkurang dan umur layanannya menjadi lebih panjang,"ujarnya.

Amiruddin menjelaskan, pada tahap awal TPS3R akan mengolah sampah anorganik melalui proses pencacahan, khususnya sampah plastik, serta mengolah sampah organik menjadi kompos. Ke depan, kapasitas dan jenis pengolahan akan terus dikembangkan agar menghasilkan lebih banyak produk yang memiliki nilai ekonomi.

Amiruddin mengatakan, sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, mulai dari sumber penyakit hingga mengganggu kebersihan dan estetika. Namun, melalui konsep ekonomi sirkular, sampah justru dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, DLH Baubau memastikan program pengaktifan kembali TPS3R dan bank sampah akan dilakukan secara bertahap. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya sekaligus menjaga kebersihan lingkungan serta memperpanjang usia operasional TPA Wakonti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....