Peringati 10 Muharram, BKMT Baubau Hidupkan Tradisi Pekandeana Ana-ana Maelu

  • 26 Jun 2026 12:15 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Pemerintah Kota Baubau memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Baubau atas terselenggaranya kegiatan peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan tradisi Pekandeana Ana-ana Maelu atau menyuapi dan memberi makan anak-anak yatim.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Raya Jamiatus Sholihin, Kamis 25 Juni 2026, tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Baubau diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kota Baubau, Sitti Munawar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan penghargaan kepada BKMT Kota Baubau, para pengurus, serta seluruh panitia yang telah berperan menyukseskan kegiatan tersebut.

"Atas nama Pemerintah Kota Baubau, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BKMT Kota Baubau dan seluruh pengurus serta panitia. Kegiatan ini adalah ikhtiar kita bersama dalam menjaga tradisi keagamaan yang diwariskan para pendahulu, sekaligus memperkuat sosial kemasyarakatan yang menjadi fondasi kehidupan warga Baubau," ujar Sitti Munawar.

Menurutnya, tradisi Pekandeana Ana-ana Maelu memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar memberikan santunan atau makanan kepada anak yatim. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Buton tersebut menjadi simbol kasih sayang, penghormatan, serta tanggung jawab bersama terhadap generasi penerus.

Ia menjelaskan, melalui tradisi tersebut masyarakat diajak untuk memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim sebagai bagian dari nilai kemanusiaan yang harus terus dipelihara. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa tumbuh kembang generasi muda bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Sitti Munawar menambahkan, bulan Muharram, khususnya Hari Asyura, mengandung banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Nilai-nilai syukur, kesabaran, keteguhan iman, hingga kepedulian sosial menjadi pesan utama yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, lanjutnya, generasi muda menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Kemajuan teknologi informasi memang membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan moral, sosial, dan budaya yang perlu diantisipasi bersama.

Karena itu, Pemerintah Kota Baubau menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter, pelestarian budaya lokal, serta ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya saing.

"Semangat Asyura yang kita peringati hari ini harus menjadi energi untuk memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan rasa cinta kepada generasi penerus umat. Nilai-nilai inilah yang akan menjaga keberlangsungan kehidupan sosial dan budaya masyarakat kita di masa depan," katanya.

Tradisi Pekandeana Ana-ana Maelu sendiri merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Buton yang hingga kini tetap lestari. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai budaya dan ajaran agama berpadu dalam satu wadah yang tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menanamkan semangat berbagi kepada sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi luhur sekaligus memperkuat solidaritas sosial demi mewujudkan Kota Baubau yang harmonis, religius, dan berbudaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....