Muharram di Labalawa, Tradisi Pakandeana Anaana Maelu Penuh Kehangatan

  • 25 Jun 2026 12:13 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Masjid Al-Ikhsan Kelurahan Labalawa, Kecamatan Betoambari, Rabu malam, 24 Juni 2026. Camat, lurah, pengurus Majelis Taklim, dan warga melaksanakan prosesi menyuapi dan menyantuni anak-anak yatim dalam momentum 10 Muharram 1448 Hijriah.

Tradisi 'Pakandeana Anaana Maelu' itu telah menjadi agenda tahunan warga kelurahan Labalawa yang dimotori Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT). Selain santunan, acara juga diisi tausiah keagamaan yang mengangkat pentingnya menyayangi dan memperhatikan anak yatim, puisi serta penampilan kasidah.

Ketua Panitia, Melly Indra, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya menebar rahmat di bulan Muharram sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya anak yatim.

“Alhamdulillah tahun ini kami dapat menyantuni sebanyak 27 anak yatim yang berasal dari lingkungan Kelurahan Labalawa,” ujarnya.

Doa Bersama Sebelum Prosesi Menyuapi Anak Yatim dalam Momentum 10 Muharram 1449 Hijriah di Masjid Al Ikhsan Kelurahan Labalawa, Rabu, 24 Juni 2026 (Foto: RRI/Arul)

Camat Betoambari, Edward Sanjaya, mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga dalam menyukseskan kegiatan Pakandeana Anaana Maelu. Edward menilai kegiatan itu menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang tumbuh dari masyarakat.

“Peringatan ini terlaksana berkat kerja sama pemerintah kelurahan, pengurus masjid, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga. Alhamdulillah meski saat ini dalam kondisi efisiensi anggaran masih banyak masyarakat yang mau berbagi kepada anak-anak yatim,” ujarnya.

Edward berharap santunan yang diberikan dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus menjadi pengingat pentingnya berbagi kepada sesama.

Pengurus Majelis Taklim Kelurahan Labalawa, Kecamatan Betoambari Kota Baubau, Rabu, 24 Juni 2026 (Foto: RRI/Arul)

Sementara itu, Pembina Majelis Taklim Kelurahan Labalawa, La Ode Ardi menjelaskan Pakandeana Anaana Maelu atau memberikan santunan kepasa anak yatim telah menjadi program rutin yang dilaksanakan setiap tahun pada 10 Muharram.

“Sudah tiga tahun kegiatan ini kami laksanakan. Bagi ibu-ibu majelis taklim, menyantuni anak yatim merupakan bentuk empati dan kepedulian kepada mereka yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya,” katanya.

Pengurus Majelis Taklim Kelurahan Labalawa, Kecamatan Betoambari Kota Baubau, Rabu, 24 Juni 2026 (Foto: RRI/Arul)

Ardi menginginkan kepedulian terhadap anak yatim tidak hanya menjadi tanggung jawab majelis taklim, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap bukan hanya majelis taklim yang peduli, tetapi seluruh masyarakat dapat ikut memperhatikan kehidupan mereka. Anak-anak yatim masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Majelis Taklim Al-Ikhsan bersama masyarakat Labalawa berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus terjaga, sehingga anak-anak yatim dapat merasakan kehangatan dan perhatian dari lingkungan tempat mereka tumbuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....