Hari Lahir Pancasila, Kemenag Sultra Tegaskan Pancasila Sebagai Pedoman Hidup

  • 04 Jun 2026 14:23 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Kendari - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Mansur, mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam menghadapi tantangan zaman, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika global yang berpotensi mengancam persatuan bangsa.

Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara yang dipusatkan di pelataran MAN 1 Kendari, Senin, 1 Juni 2026.

Upacara diikuti pejabat administrator, ketua tim kerja, pejabat fungsional dan pelaksana Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari beserta jajaran, serta guru dan siswa madrasah se-Kota Kendari.

Dalam kesempatan itu, Mansur membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Mansur menegaskan peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, tema peringatan tahun ini, 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia', menegaskan Pancasila tidak hanya berperan menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga memiliki relevansi sebagai kontribusi bangsa dalam mewujudkan perdamaian global.

“Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” ujarnya.

Mansur menjelaskan, keberagaman Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis menjadi bukti bahwa persatuan dapat tumbuh dan terjaga melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, Pancasila harus menjadi bintang penuntun sekaligus jangkar moral bangsa di tengah berbagai tantangan global.

Pidato tersebut juga menyoroti peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia melalui pengiriman pasukan perdamaian PBB, mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi penjajahan dan ketidakadilan.

Mansur menekankan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Ia mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menghafal Pancasila, tetapi mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pemerintah di semua tingkatan diharapkan memastikan setiap kebijakan publik berorientasi pada keadilan sosial, melindungi kelompok rentan, serta mencegah berkembangnya intoleransi dan radikalisme yang dapat mengganggu persatuan bangsa.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat dalam persatuan, dan kokoh dalam nilai-nilai kemanusiaan. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....