Butuh Dukungan, Bandara Betoambari Bidik Pesawat Andalan Maskapai

  • 21 Mei 2026 16:27 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Bandara Betoambari Baubau menargetkan mampu melayani pesawat komersial yang paling banyak dioperasikan maskapai nasional, seperti tipe Boeing 737-800. Namun, target tersebut butuh dukungan Pemerintah daerah dan masyarakat untuk percepatan pembebasan lahan sesuai kebutuhan prioritas agar panjang runway bisa menjadi 2.500 meter.

Di tengah target tersebut, dukungan pemerintah daerah untuk pembebasan lahan kembali mengalir. Langkah pembebasan lahan sesuai kebutuhan prioritas dinilai penting untuk mempercepat perpanjangan runway Bandara Betoambari.

Wali Kota Baubau, Yusran Fahim mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun ini telah mengucurkan anggaran sebesar Rp3,5 miliar. Menurutnya, anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembebasan lahan untuk mendukung rencana perpanjangan landasan pacu Bandara Betoambari.

“Kali ini Provinsi keluarkan itu Rp3,5 miliar dan akan disusul lagi Rp8 miliar sekian. Itu janji Gubernur untuk anggaran perpanjangan Bandara dan pembebasan lahannya,”kata Yusran saat ditemui di Kantor Wali Kota Baubau pada awal Mei 2026 lalu.

Sementara itu, Koordinator Teknik, Operasi, Keamanan, dan Pelayanan Darurat UPBU Betoambari, Fadli menjelaskan, target utama pengembangan bandara adalah memperpanjang runway hingga sekitar 2.500 meter. Panjang tersebut dinilai ideal agar pesawat Boeing 737-800 Next Generation yang banyak dioperasikan maskapai Nasional dapat mendarat di Baubau.

“Kalau target kita bisa mendarat pesawat Boeing 737 seri 800 next generation, itu kita harus punya runway kurang lebih 2.500 meter,”ujar Fadli Rabu, 20 Mei 2026.

Fadli menjelaskan, saat ini panjang runway Bandara Betoambari baru mencapai 2.010 meter. Dengan tambahan panjang runway, operasional pesawat komersial seperti yang melayani Bandara Haluoleo Kendari dinilai memungkinkan hadir di Baubau.

Menurut Fadli, tantangan terbesar pengembangan bandara masih terletak pada pembebasan lahan. Proses pembebasan yang dilakukan bertahap membuat pengerjaan infrastruktur juga harus berjalan secara bertahap.

“Kami harapkan pembebasan lahan terus berlanjut supaya pembangunan dan perpanjangan runway tetap bisa dilakukan oleh Kementerian Perhubungan,”katanya.

Fadli juga menegaskan pemerintah pusat selama ini tetap memberikan dukungan pengembangan infrastruktur bandara, terutama landasan pacu. Namun, pelaksanaan pembangunan sangat bergantung pada kesiapan lahan sesuai kebutuhan prioritas.

Selain runway, pengembangan fasilitas pendukung seperti apron atau area parkir pesawat dan terminal penumpang juga menjadi bagian dari rencana besar pengembangan Bandara Betoambari. “Master plan sudah ada, tinggal kesiapan lahan saja,”ucapnya.

Fadli memastikan secara geografis Bandara Betoambari sangat memungkinkan diperpanjang hingga 2.500 meter. Ia berharap dukungan pemerintah daerah dan masarakat terus berlanjut agar target pengembangan bandara dapat segera terealisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....