Selama 36 Tahun Menanti Aspal, Jalan Desa Pongkowulu Penuh Kubangan
- 17 Mei 2026 20:34 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Buton Utara – Di tengah geliat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, warga Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, masih harus bergelut dengan jalan berlubang dan kubangan lumpur. Selama 36 tahun, ruas jalan utama desa sepanjang kurang lebih satu kilometer itu belum pernah tersentuh aspal.
Jalan tersebut dibangun sekitar medio 1990. Namun sejak wilayah itu masih berada di bawah Kabupaten Muna hingga menjadi bagian Kabupaten Buton Utara pada 2007, kondisi jalan nyaris tak berubah. Debu beterbangan saat kemarau, sementara lubang berubah menjadi kubangan ketika hujan turun.
Bagi sekitar 342 kepala keluarga di Pongkowulu, mayoritas petani, jalan itu bukan sekadar akses penghubung. Jalan tersebut menjadi urat nadi ekonomi desa. Hasil pertanian diangkut melintasi jalur itu, begitu pula aktivitas kios-kios warga yang menggantungkan perputaran barang dari akses transportasi.

Ironisnya, kendaraan roda empat sudah mulai masuk ke desa ini sejak 1992. Mobil dari Baubau bahkan telah melintasi kawasan tersebut untuk mendukung aktivitas warga. Namun hingga 2026, jalan Provinsi yang menjadi penghubung strategis antara Buton Utara menuju Baubau dan wilayah Buton itu, tetap bertahan dalam kondisi rusak.
Warga mengaku lelah berharap. Berulang kali kabar pengaspalan datang, namun selalu berakhir tanpa kepastian. “Setiap tahun ada kabar mau diaspal. Dibilang akhir tahun, bergeser lagi awal tahun. Begitu terus,”keluh Iswan, salah seorang warga Desa Pongkowulu, Minggu, 17 Mei 2025.
Warga menyebut, pada 2024, pengukuran jalan untuk pengaspalan telah dilakukan dua kali. Bahkan April tahun ini juga ada tim yang turun melakukan pengukuran di area pendakian.
Namun hingga kini, belum ada tanda pasti pengerjaan dimulai. Warga menyebut pengukuran sering dilakukan, tetapi realisasi pengaspalan tak kunjung terlihat.

Perasaan dianaktirikan pun mulai tumbuh di tengah masyarakat. Di saat banyak daerah menikmati jalan mulus, warga Pongkowulu masih harus berjibaku menghindari lubang setiap hari.
Bagi warga Desa Pongkowulu, permintaan itu sederhana yakni jalan aspal yang telah ditunggu selama tiga dekade lebih. Sebab bagi mereka, aspal bukan lagi sekadar pembangunan, tetapi soal keadilan yang terasa terlalu lama tertunda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....