Harwanto: Program Strategis Nasional Terintegrasi Gerakkan Ekonomi Lokal

  • 16 Mei 2026 15:26 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Buton Selatan - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) menempatkan Program Strategis Nasional (PSN) Gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih sebagai simpul strategis dalam memperkuat distribusi kebutuhan pokok. Sekaligus menggerakkan ekonomi lokal berbasis potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Buton Selatan, La Ode Harwanto, saat mengikuti peresmian operasionalisasi 1.061 Kopdeskel Merah Putih secara virtual oleh Presiden RI Prabowo Subianto, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Di Buton Selatan, kegiatan dipusatkan di Gerai Koperasi Merah Putih Desa Lawela.

Menurut Harwanto, keberadaan gerai ini bukan sekadar pusat distribusi sembako, tetapi menjadi penghubung utama berbagai Program Strategis Nasional (PSN), diantaranya Program Ketahanan Pangan, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saling terintegrasi dalam satu sistem.

Gerai Kopdeskel Merah Putih menjadi titik temu seluruh kebutuhan masyarakat. Di sini terhimpun hasil produksi nelayan dan petani, sekaligus menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok.

“Hari ini pemerintah pusat telah meresmikan gerai Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia, salah satunya di Kabupaten Buton Selatan. Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat serta Bupati yang telah melakukan berbagai upaya sehingga Program Strategis Nasional ini bisa masuk di Buton Selatan,” ujuarnya.

Foto Bersama Sekda Buton Selatan, La Ode Harwanto Bersama Forkopimda dan Jajaran OPD Pemkab Busel Usai Peresmian Kopdeskel Merah Putih Serentak di Desa Lawela, Sabtu, 16 Mei 2026 (Foto: RRI/Arl)

Lebih lanjut Sekda menjelaskan, melalui KNMP, hasil tangkapan nelayan akan dikelola dan disuplai secara terorganisir, termasuk melalui fasilitas cold storage. Sistem ini memastikan hasil perikanan terserap optimal dan memiliki nilai tambah.

Demikian pula dengan program ketahanan pangan, sektor pertanian diperkuat melalui program cetak sawah yang menjadi bagian dari PSN. Produksi beras dari kawasan pertanian berkelanjutan akan menopang kebutuhan pangan daerah.

Seluruh rantai ini, lanjutnya, terhubung langsung dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasokan bahan pangan, baik ikan maupun beras, akan disuplai dari sistem koperasi dan pertanian lokal untuk memenuhi kebutuhan dapur pelayanan gizi.

“Ini yang kita maksud terintegrasi. Dari nelayan, petani, masuk ke koperasi, lalu disalurkan untuk kebutuhan masyarakat, termasuk mendukung MBG,” jelasnya.

Selain itu, program turunan seperti pembangunan perumahan nelayan juga akan dikembangkan di kawasan KNMP sebagai bagian dari penguatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemkab Busel saat ini juga pada tahun ini mengusulkan pembangunan KNMP di enam kecamatan.

“Beberapa titik telah siap secara lahan dan administrasi. Sementara KNMP di desa Gerak Makmur sudah rampung secara keseluruhan dan mulai beroperasi,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....