Mitigasi Elnino, Dipertan Baubau Perkuat Infrastruktur Irigasi
- 20 Apr 2026 21:56 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan) Kota Baubau menyiapkan langkah konkret dalam memitigasi dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Dilakukan penguatan infrastruktur irigasi di sejumlah wilayah pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Ibnu Wahid, menyampaikan pihaknya telah mendapatkan bantuan jaringan irigasi air tanah yang telah diuji coba di dua lokasi, yakni Kelurahan Kampeonaho dan Kelurahan Kaisabu Baru. Infrastruktur ini dibangun oleh Balai Wilayah Sungai dengan nilai anggaran sekitar Rp1 miliar untuk dua titik.
“Satu sumber air mampu mengairi hingga 10 hektare lahan. Sistemnya didistribusikan melalui delapan box dengan jaringan pipa berdiameter 3 hingga 6 inci, yang kemudian mengaliri langsung areal pertanian,” jelasnya, Senin, 20 April 2026.
Di Kampeonaho, sistem ini difokuskan untuk sawah, sementara di Kaisabu Baru dimanfaatkan untuk padi ladang. Ia menekankan, kehadiran irigasi air tanah ini menjadi solusi atas keterbatasan air yang selama ini dihadapi petani, terutama saat musim kemarau.
Selain itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga telah menyetujui pembangunan dua unit dam parit atau cek dam skala kecil yang berfungsi menjaga ketersediaan air di lahan pertanian. Saat ini, perencanaan teknis telah rampung dan segera memasuki tahap pelaksanaan.
“Dam parit ini penting untuk menahan dan mengatur distribusi air agar tetap tersedia di musim kering,” tambahnya.
Langkah ketiga lanjut Ibnu Wahid adalah pengembangan irigasi perpompaan berbasis sumur bor yang menggunakan mesin diesel. Program ini akan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Karing-Karing (dua titik) dan Walia Buku serta Kaisabu Baru.
Menurut Ibnu Wahid, seluruh program tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ia juga menambahkan bahwa usulan pembangunan jaringan irigasi tersier senilai Rp15 miliar untuk area sekitar 15 hektare telah diajukan melalui sistem SIPURI dan saat ini dalam tahap verifikasi.
“Jaringan tersier ini akan memperkuat distribusi air hingga ke tingkat petak sawah dan akan dibetonisasi agar lebih efektif dan tahan lama,” ujarnya.
Ibnu Wahid memastikan, jaringan irigasi air tanah yang telah selesai dibangun akan segera diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Baubau dan dikelola langsung oleh masyarakat. Skema swakelola juga akan diterapkan pada beberapa program lanjutan untuk mendorong partisipasi petani dalam menjaga infrastruktur pertanian.
“Dengan infrastruktur ini, air kini bisa langsung sampai ke lahan. Petani tinggal mengatur buka-tutup aliran. Ini sangat membantu dan kami sudah melihat langsung manfaatnya di lapangan,” tutupnya.
Langkah terintegrasi ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....