Intervensi Harga Pangan Bapanas Mampu Kendalikan Laju Inflasi
- 17 Apr 2026 21:53 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat pengendalian inflasi melalui berbagai intervensi bersama pemangku kepentingan. Hingga pekan pertama April 2026, realisasi program mencakup penyaluran 98 ribu ton beras SPHP, pelaksanaan 3.816 Gerakan Pangan Murah (GPM) di 36 provinsi dan 341 kabupaten/kota, serta distribusi 56,2 juta kilogram beras dan 11,2 juta liter minyak goreng kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dilansir dari laman Badan Pangan Nasional.go.id, upaya yang terus berjalan ini mulai tercermin pada pergerakan inflasi yang semakin terkendali, dengan inflasi bulanan Maret tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan tren stabil yang terus berlanjut pada April.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menegaskan bahwa pengendalian inflasi pangan turut ditentukan oleh intensitas intervensi di daerah, salah satunya melalui pelaksanaan GPM.
“GPM menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga. Kami terus mendorong peningkatan pelaksanaan GPM di seluruh wilayah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat. Terutama daerah-daerah yang realisasi GPM-nya masih relatif rendah," terang Deputi Andrik, di Jakarta, Senin,13 April 2026.
Pengendalian inflasi dipengaruhi oleh kondisi pasokan serta ketepatan dan pemerataan intervensi di lapangan. Di sejumlah wilayah, pelaksanaan GPM yang masih terbatas cenderung diikuti oleh dinamika harga, terutama pada komoditas pangan bergejolak.
Pelaksanaan GPM yang menyasar komoditas seperti cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam memberikan kontribusi dalam meredam tekanan harga dan menjaga stabilitas di tingkat konsumen.
Di sisi lain, Andriko memastikan bahwa dari sisi ketersediaan, kondisi pangan nasional berada dalam posisi yang kuat untuk mendukung stabilitas harga.
“Pangan kita dalam kondisi baik, bahkan kalau kita mau sebut kondisi kita sangat baik. Pangan kita cukup dan hari ini kita tidak impor terkait dengan beras, jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi,” terangnya.
Penguatan intervensi juga dilakukan melalui pengawasan distribusi secara masif melalui Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Pangan.
“Jadi hari ini, perminggu pertama April kemarin kita sudah melakukan pengawasan di 77.629 titik di seluruh Indonesia,” ujar Andriko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....