Kerja Bakti di Kotamara, Pemkot Baubau Sukseskan Program Indonesia ASRI

  • 04 Apr 2026 11:14 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota Baubau kembali menggelar aksi kerja bakti atau Kurve sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), di kawasan Kotamara, pada Sabtu pagi, 4 April 2026.

Kegiatan ini diikuti para asisten, staf ahli wali kota, kepala SKPD, camat, lurah, serta seluruh ASN, baik pejabat struktural, fungsional, maupun PPPK. Kerja bakti dipusatkan di sekitar monumen pahlawan nasional Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yikoo sebagai salah satu ikon ruang publik Kota Baubau.

Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai bagian dari identitas kota.

“Gerakan ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi upaya membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan adalah tanggung jawab kita semua. Kita ingin Kota Baubau semakin bersih, nyaman, dan layak menjadi ruang publik yang membanggakan,” ujarnya.

Sekda Kota Baubau, La Ode Darus Salam (Foto: RRI/Arul)

Ia menegaskan, aksi kerja bakti ini tidak berhenti pada kegiatan terpusat di Kotamara, melainkan akan ditindaklanjuti di seluruh wilayah melalui peran aktif camat dan lurah hingga tingkat RT/RW.

“Camat dan lurah kami dorong untuk menggerakkan masyarakat di wilayah masing-masing, sehingga gerakan ini menjadi berkelanjutan dan benar-benar dirasakan dampaknya,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan dapat menghidupkan kawasan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Melalui gerakan ini, Pemkot Baubau menegaskan komitmennya menjadikan kebersihan sebagai budaya bersama, sekaligus memperkuat dukungan terhadap program nasional Indonesia ASRI secara berkelanjutan.

Selain penataan kawasan, Pemkot juga mulai mendorong pemanfaatan fasilitas monumen Oputa Yi Koo untuk aktivitas publik, sembari menunggu proses penyerahan aset secara resmi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Terkait penggunaan kawasan patung ini kami sudah izin ke Dinas Cipta Karya Provinsi Sulawesi Tenggara. Dan Infonya dalam waktu dekat akan dilakukan serah terima aset ini kepada Pemkot Baubau,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....