Belum Setahun Berdiri, Batalyon TP 823/Raja Wakaaka Sukses Panen Komoditas Pangan
- 04 Mar 2026 23:02 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Belum genap satu tahun berdiri, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (TP) 823/Raja Wakaaka sukses menggelar panen komoditas pangan sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan.
Panen raya tersebut menjadi bukti konkret kinerja satuan dalam mengoptimalkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di wilayah Batalyon yang berlokasi di Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio.
Kegiatan yang berlangsung Rabu, 4 Maret 2026 itu diawali dengan demonstrasi bela diri prajurit TP 823/Raja Wakaaka, dilanjutkan pelepasan bibit ikan nila, panen ikan lele, serta panen jagung di atas lahan seluas lima hektare.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1413/Buton, Kapolres Baubau, Kajari Baubau, Wakil Ketua DPRD Baubau, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan (SPPG).

Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 29/Mekongga, Kolonel Inf Afriandi Bayu Laksono, menegaskan panen raya tersebut merupakan presentasi hasil kinerja Batalyon TP-823 yang meski baru berdiri, telah menunjukkan dampak nyata.
“823 ini adalah batalyon TPP yang pertama. Alhamdulillah belum cukup satu tahun sudah memberikan dampak yang luar biasa. Secara internal kita sudah mengembangkan kemampuan beternak, perikanan, dan pertanian. Ikan sudah bisa dipanen, sapi jumlahnya cukup banyak, bahkan bebek pun dipelihara dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk sektor pertanian, khususnya jagung, lima hektare lahan perdana berhasil dipanen meski menghadapi kendala keterbatasan air dan minimnya curah hujan. Capaian tersebut menjadi motivasi untuk pengembangan yang lebih luas.
Ke depan, TP 823/WK menyiapkan hingga 20 hektare lahan yang akan diberdayakan melalui sembilan kompi agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Optimalisasi lahan itu diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
“Hasil yang kita peroleh ini tidak hanya untuk prajurit, tetapi ingin kita rasakan bersama masyarakat sekitar. Kita akan berikan manfaatnya kepada kelompok tani dan pemuda di desa agar semangat bertani semakin tumbuh,” jelasnya.

Menurutnya, pertanian bukan hanya milik kaum tua, melainkan sektor produktif yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi generasi muda. Karena itu, kolaborasi dengan masyarakat, termasuk pemuda dan karang taruna, akan terus diperkuat.
Selain itu, pihaknya juga membuka ruang komunikasi dengan SPPG agar hasil produksi dapat memenuhi syarat dan ketentuan untuk komoditas pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
Sinergi tersebut diharapkan menciptakan perputaran ekonomi lokal yang saling menguatkan dan memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
“Pertahanan pangan tidak hanya jagung, tetapi juga peternakan dan sumber pangan lainnya. Kita ingin kehadiran Batalyon 823 benar-benar memberi dampak nyata bagi wilayah,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....