KSOP Baubau Ramp Check 38 Kapal jelang Iduladha

  • 19 Mei 2026 17:59 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Menjelang arus angkutan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi dan libur sekolah, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Baubau memperketat pengawasan keselamatan pelayaran melalui pelaksanaan ramp check terhadap kapal penumpang yang beroperasi di Pelabuhan Murhum Baubau.

Kepala KSOP Baubau, Taher Laitupa mengatakan, proses ramp check telah berjalan selama sekitar satu bulan terakhir sebagai langkah memastikan seluruh armada dalam kondisi laik laut sebelum menghadapi lonjakan penumpang saat musim liburan.

“Edaran yang sudah disampaikan itu terkait ramp check kapal. Saat ini prosesnya masih berlangsung dan kapal-kapal satu per satu sedang diperiksa,”ujar Taher, Senin 18 Mei 2026.

Taher menjelaskan, jumlah kapal yang menjalani ramp check yakni sebanyak 38 kapal. Seluruh armada tersebut saat ini masih aktif melayani embarkasi dan debarkasi penumpang di Pelabuhan Murhum Baubau.

Menurutnya, aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan Iduladha tahun ini. KSOP memastikan pelayanan berjalan optimal sejak penumpang berada di terminal keberangkatan hingga tiba di pelabuhan tujuan.

KSOP Baubau juga memprediksi adanya peningkatan jumlah penumpang pada periode libur Iduladha yang berdekatan dengan musim libur sekolah. Taher menyebut, kondisi harga tiket pesawat yang masih tinggi menjadi salah satu faktor masyarakat lebih memilih transportasi laut.

“Biasanya peningkatan penumpang terjadi saat liburan sekolah. Dengan tiket pesawat yang masih mahal dan kondisi ekonomi global saat ini, masyarakat cenderung memilih kapal karena lebih ekonomis,”jelas Taher.

Selain kesiapan armada, KSOP Baubau turut memberi perhatian serius terhadap kondisi cuaca di wilayah perairan Sulawesi Tenggara. Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca saat ini masih relatif normal meski bersifat fluktuatif, terutama pada jalur pelayaran tertentu.

Taher menyebut jalur kapal cepat Baubau–Kendari menjadi salah satu rute yang paling diwaspadai karena gelombang kerap muncul di kawasan Teluk Cempedak menuju Kendari. Ia mengatakan, jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, keberangkatan kapal akan disesuaikan dengan situasi di lapangan, tetapi secara umum pelayaran saat ini masih berjalan normal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....