Strategi ASDP Baubau Dongkrak Trafik Penyeberangan Angkutan Lebaran
- 24 Mar 2026 13:24 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau mencatat kinerja positif selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 14 hingga 20 Maret 2026. Lonjakan signifikan terjadi pada jumlah penumpang dan kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang menembus lebih dari 20.000 orang atau meningkat 17 persen. Sementara itu, kendaraan roda dua tercatat lebih dari 15.000 unit atau naik 23 persen, dan kendaraan roda empat mencapai lebih dari 4.600 unit atau tumbuh 22 persen.
Manajemen menilai peningkatan ini dipicu oleh sejumlah langkah strategis dalam mengoptimalkan layanan penyeberangan. Di antaranya penyesuaian jadwal trip kapal serta pemanfaatan armada secara lebih efektif.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik, ASDP Baubau mengalihkan operasional KMP Bahteramas II dari lintasan perintis Kamaru–Wanci ke lintasan komersial Labuan–Amolengo. Selain itu, layanan di lintasan Tampo–Torobulu ditingkatkan menjadi 24 jam guna mengakomodasi tingginya permintaan.
General Manager PT ASDP Cabang Baubau, Zullivan Ramadhana Miraza, mengatakan kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan layanan dan produksi. Pengalihan armada ke lintasan Labuan–Amolengo, kata dia, mendorong kenaikan rata-rata produksi penumpang dan kendaraan hingga 73 persen pada periode H- Lebaran.
“Optimalisasi jadwal pelayanan selama 24 jam di lintasan Tampo–Torobulu juga berkontribusi terhadap peningkatan produksi rata-rata sebesar 12 persen,”ujar Zullivan dalam keterangan tertulisnya kepada rri.co.id.

Ia menambahkan, strategi tersebut tetap diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik. Pihaknya memproyeksikan peningkatan signifikan akan terjadi pada periode H+ Lebaran.
KMP Bahteramas II akan tetap dioperasikan di lintasan Labuan–Amolengo hingga H+5 sebelum kembali ke lintasan semula. Sementara itu, layanan 24 jam di lintasan Tampo–Torobulu juga dipertahankan hingga akhir periode Angkutan Lebaran pada 30 Maret 2026.
Zullivan menegaskan keberhasilan pelaksanaan angkutan Lebaran ini tidak lepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan di tingkat provinsi maupun daerah.
Manajemen ASDP Baubau berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan penyeberangan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....