Illicium dari Indonesia, Emas Hijau yang Masih Diabaikan
- 18 Nov 2025 19:13 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Marga Illicium termasuk ke dalam keluarga Schisandraceae yang memiliki sebaran luas di Asia, terutama dari Pegunungan Himalaya, Jepang hingga Kawasan Malesiana, termasuk di Indonesia. Jumlah spesies dari Marga Illicium yang telah diketahui mencapai 40 jenis, salah satu yang dikenal yakni Illicium verum. Illicium verum atau dikenal dengan nama star anise, telah lama dikenal sebagai bumbu masakan di berbagai negara, termasuk untuk bumbu masakan Padang. Namun demikian, Illicium verum sendiri bukanlah tumbuhan asli Indonesia melainkan dari China (Guangxi bagian Selatan dan barat) hingga Vietnam.
Dalam pengelompokan tumbuhan berdasarkan data molekuler (APG), Illicium masuk dalam kelompok family basal, dengan salah satu ciri hiasan bunga tersusun spiral dan belum dapat dibedakan antara kelopak dan mahkota bunga. Selain itu, jumlah benangsari banyak,bisa mencapai 25 helai. Buah merupakan tipe agregat dari buah bumbung yang berbentuk seperti bintang. Karakter warna bunga inilah yang menjadikan salah satu keunikan Illicium sebagai tanaman hias. Lebih dekat mengenal IIllicium di Indonesia.
Indonesia merupakan bagian dari kawasan flora Malesiana, bersama dengan negera-negara lain di sekitarnya, antar lain Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Timor Leste, Filipina, dan Papua Nugini. Sebanyak tujuh jenis illicium telah didokumentasikan dari kawasan Malesiana, yakni Illicium kinabaluense, Illicium peninsulare, Illicium philippinense, Illicium ridleyanum, Illicium stapfii , Illicium sumatranum dan Illicium tenuifolium.
Kedua Illicium tersebut dapat dibedakan, terutama berdasarkan karakter helaian daun dan karakter bunga. Pada Illicium sumatranum memiliki tipe daun coriaceus, sedangkan helaian daun pada Illicium tenuifolium cenderung lebih papyraceous. Perbungaan pada Illicium sumatranum muncul dari ketiak daun dan umumnya Tunggal, sedangkan pada Illicium tenuifolium dapat tumbuh pada batang (cauliflorus) dan bergerombol dalam jumlah sedikit kadang tunggal. Selain kedua karakter tersebut, karakter hiasan bunga juga dapat digunakan untuk membedakan kedua jenis Illicium tersebut. Illicium sumatranum memiliki hiasan bunga sebanyak 15-21 helai, berwarna putih hingga merah tua, dan hiasan bunga bagian luar berwarna kehijauan, sedangkan pada Illicium tenuifolium bagian hiasan bunga sebanyak 10-18 helain dan berwarna putih hingga kemerahan.
Sejauh ini, kedua jenis Illicium di Indonesia baru tercatat dari Sumatra. Illicium tenuifolium memiliki sebaran luas di Sumatra (Aceh dan Sumatra Barat), hingga Semenanjung Malaya dan semenanjung Thailand, serta Sabah dan Sarawak. Illicium sumatranum merupakan jenis endemik Sumatra dan hanya ditemukan di Aceh dan Sumatra Utara.
Tantangan dan peluang penelitian Illicium di Indonesia
Walaupun Illicium verum telah lama dikenal sebagai tumbuhan obat dan bumbu masakan, tetapi belum banyak penelitian yang mengungkap potensi dari Illicium yang ada di Indonesia. Illicium verum sering digunakan sebagai rempah-rempah dalam masakan Asia, karena memiliki rasa manis dan aroma yang khas, membuatnya populer dalam berbagai hidangan, seperti bakmi, sup, dan masakan berkuah lainnya. Bahkan, dalam beberapa menu masakan di Sumatra juga menggunakan Illicium verum dalam masakan tersebut. Tetapi, Illicium sumatranum dan Illicium tenuifolium belum ada catatan pemanfaatan secara lokal dalam masyarakat.
Illicium verum juga telah digunakan dalam pengobatan tradisional Cina dan India untuk mengobati berbagai penyakit, seperti gangguan pencernaan, batuk, dan peradangan. Tanaman ini dipercaya memiliki sifat anti-inflamasi, antimikroba, dan analgesik. Jenis ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional Jepang dan Cina. Namun, perlu diingat bahwa beberapa bagian tanaman mengandung racun, terutama jenis Illicium anisatum sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebelum dikonsumsi atau dijadikan sebagai tumbuhan. Penelitian lebih lanjut tentang sifat kimia dan farmakologi Illicium dapat membuka peluang baru dalam pengembangan obat-obatan dan produk kesehatan.
Selain kurangnya data penelitian biopotensi pada kedua Illicium di Indonesia, data sebarannya Illicium juga belum banyak didata dengan baik di Indonesia. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri dari pengungkapan marga Illicium di Indonesia. Melihat catatan dari Saunders (2011), bahwa Illicium ditemukan di Sarawak maka tidak menutup kemungkinan juga ditemukan di Kalimantan atau bahkan di Pulau lain di Indonesia. Di sisi lain, tantangan kehilangan populasi terjadi sebagai akibat dari hilangnya habitat alami Illicium di Sumatra dan Borneo. Illicium tumbuh pada hutan-hutan alam, misalnya Taman Nasional Gunung Leuser, yang mengalami ancaman deforestasi dan perubahan fungsi hutan.
Upaya penyelamatan jenis Illicium telah dilakukan di Kebun Raya Cibodas, sebagai salah satu kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ di Indonesia. Kebun Raya Cibodas memiliki empat koleksi jenis Illicium, yaitu Illicium anisatum¸ Illicium parviflorum, Illicium Sumatranum dan Illicium tenuifolium. Keempat jenis tersebut tumbuh baik di Kebun Raya Cibodas. Illicium parviflorum dan Illicium anisatum berasal dari japan, sedangkan Illicium sumatranum dan Illicium tenuifolium berasal dari Sumatra.
Pengamatan fenologi dilakukan secara berkesinambungan pada jenis Illicium terutama Illicium sumatranum dan Illicium tenuifolium. Berdasarkan data fenologi menunjukkan bahwa secara umum perbungaan dari Illicium dapat ditemukan sepanjang tahun terutama pada bulan Januari, Februari, Juli, Agustus, September dan November. Selain itu, produksi buah ditemukan pada bulan Agustus. Hal ini menjadi harapan baru dalam perbanyakan Illicium secara generatif, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan dari koleksi Illicium di Kebun Raya Cibodas.
Penulis : Abidin Ibrahim, Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ahli Muda Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN