Akhir Februari 2026: IHSG Menguat Tipis, Saham Defensif Masih Menarik

  • 27 Feb 2026 21:06 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan terakhir Februari 2026 bergerak fluktuatif dalam rentang sempit, mencerminkan sikap wait and see investor terhadap sejumlah sentimen domestik maupun global. Setelah sempat melemah di awal pekan, IHSG akhirnya ditutup menguat tipis di level 8.235 pada Jumat, 27 Februari 2026.

Pergerakan IHSG pekan ini dipengaruhi oleh isu reformasi pasar modal yang tengah digodok oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan MSCI. Salah satu poin penting adalah rencana penerapan free float minimum 15% yang akan berlaku mulai Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan likuiditas saham di pasar, meski sementara waktu menimbulkan kekhawatiran bagi emiten dengan free float rendah.

Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor penahan laju penguatan indeks. Investor global cenderung berhati-hati, sehingga arus dana asing ke pasar Indonesia bergerak terbatas. Meski demikian, data menunjukkan adanya inflow asing sebesar Rp221 miliar pada pekan sebelumnya, memberi sinyal positif bagi stabilitas IHSG.

Secara teknikal, IHSG bergerak sideways dengan support di 8.200 dan resistance di 8.400. Kondisi ini membuat pelaku pasar lebih selektif dalam memilih saham, terutama yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Sektor-sektor defensif menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian global.

Pada perdagangan Jumat, IHSG sempat melemah ke level 8093,75, namun berhasil rebound dan ditutup di 8.235, 48. Sebanyak 353 saham menguat, 338 melemah, dan 268 stagnan. Nilai transaksi harian mencapai Rp37,8 triliun, menunjukkan aktivitas perdagangan yang tetap tinggi meski indeks bergerak terbatas.

Beberapa saham unggulan mencatatkan performa positif sepanjang pekan. Saham Semen Indonesia (SMGR) menguat didukung prospek pembangunan infrastruktur, sementara saham tambang seperti ARCI dan XIPI juga mencatat kenaikan seiring tren harga komoditas. Saham-saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi besar tetap menjadi incaran investor.

Untuk pekan mendatang, analis merekomendasikan saham-saham sektor konsumsi dan perbankan sebagai pilihan utama. Saham BBRI dan BMRI dinilai memiliki prospek cerah berkat pertumbuhan kredit yang stabil, sementara saham ICBP dan MYOR berpotensi menguat seiring peningkatan daya beli masyarakat. Investor disarankan tetap berhati-hati, menjaga portofolio dengan kombinasi saham defensif dan growth stock.

Rekomendasi Berita